Festival Randugunting Day Semarakkan Peringatan Maulid Nabi

Festival ini semakin gayeng dengan adanya kirab tandu hias berisi 17 anak yang mengikuti khitan massal.

MAGELANG – Festival Randugunting Day yang digelar warga Dusun Randugunting Desa Blondo Kecamatan Mungkid, kabupaten Magelang, Minggu (2/12/2018) berlangsung meriah. Festival dua tahunan ini diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Festival Randugunting Day digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (2/12/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Festival ini semakin gayeng dengan adanya kirab tandu hias berisi 17 anak yang mengikuti khitan massal. Tandu-tandu tematik itu berbentuk berbagai jenis hewan maupun kendaraan. Di antaranya tandu dengan bentuk gorila, komodo, burung hingga helikopter.

Suranto, ketua panitia mengatakan, peringatan Maulid Nabi sengaja dibuat meriah sebagai bentuk kecintaan terhadap Rasulullah. Pada peringatan ini, selalu diadakan khitanan massal untuk anak-anak setempat maupun dari luar Desa Blondo. “Yang dari luar Blondo diutamakan berasal dari keluarga yang tidak mampu,” katanya.

Sedangkan tandu-tandu tematik berukuran besar ini sengaja dilombakan agar warga lebih antusias. Menurutnya, setiap tahun warga Randugunting menggelar peringatan Maulid Nabi. “Namun sesuai kesepakatan warga, Maulid Nabi dibuat meriah setiap dua tahun sekali,” paparnya.

Selain menggelar pengajian, juga digelar berbagai kesenian rakyat seperti Topeng Ireng, Brodut, dan kesenian lainnnya.

Untuk tandu, sengaja dilombakan antar RT. Panitia hanya memberi subsidi Rp 200 ribu, selebihnya merupakan swadaya masyarakat. “Yang luar biasa, warga sangat guyub dan saling mendukung. Mereka gotong royong untuk membuat tandu sesuai kreasi  masing-masing,” kata Suranto.

Demikian juga untuk khitanan massal, sumber biaya juga berasal dari masyarakat. Sebelumnya, panitia juga menggelar Syahadatan untuk anak-anak yang akan dikhitan.

“Panitia sengaja melelang siapa yang mau mendanai khitanan massal ini. Ternyata warga antusias membantu. Misal ada yang sanggup membelikan sarung saja, kemudian peci, baju, biaya dokter, uang saku untuk yang dikhitan dan lain sebagainya,” imbuh Suranto. (MJ-24)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.