Festival Perawan Kondang Digelar di Banyumas

Perawan Kondang sejatinya singkatan dari Pertunjukan Rawa Menawan dan Keroncong Berdendang.

BANYUMAS – Pemerintah Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas menggelar Festival Perawan Kondang, Sabtu (22/12) mulai pukul 07.00 hingga 24.00. Ajang ini bertujuan untuk mengangkat potensi alam, budaya, kuliner hingga kerajinan kreatif masyarakat setempat.

Kepala Desa Nusadadi, Ngalimin mengatakan, Perawan Kondang sejatinya singkatan dari Pertunjukan Rawa Menawan dan Keroncong Berdendang. Festival ini, merupakan cara warga Nusadadi untuk mengangkat potensi yang dimiliki, termasuk alam sekitarnya.

“Salah satu wujud harmonisasi dengan alam itu adalah puncak festival Perawan Kondang yang diisi dengan ritual pakan buaya, atau memberi makan buaya yang menghuni Sungai Ijo dan Gatel. Ini dimulai pagi hari,” katanya, Jumat (21/13/2018).

Meski sudah lama tak muncul, bagi warga Nusadadi, ritual pakan buaya ini bukan sekadar memberi makan hewan liar. Ini adalah wujud harmonisasi dengan tujuan melestarikan alam sekitar.

Camat Sumpiuh, Abdul Kudus, mengatakan, event tersebut tidak hanya menggelar Kirab Pakan Buaya. Warga juga menggelar sejumlah kegiatan, seperti Pasar Daonan yang menyajikan kuliner khas Nusadadi, panggung hiburan keroncong yang berkolaborasi dengan musik rock serta ragam kegiatan lainnya yang menarik.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko menambahkan, Desa Nusadadi juga memiliki puluhan perajin welit yang diolah dari daun pohon nipah.(MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.