Festival Makanan Pedazz Hadir Lagi di Semarang

70 persen masakan yang dijual mengandung unsur pedas.

SEMARANG- Komunitas Kuliner Semarang menggelar ajang pesta makanan pedas di pelataran Sri Ratu, Jalan Pemuda, Kota Semarang. Ini merupakan kali ketiga acara bertajuk Festival Makanan Pedazz itu sejak 2016.

Pengunjung menikmati beragam kuliner di GoFood Festival di Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang. Foto: anggun puspita

Koordinator Komunitas Kuliner Semarang, Firdaus Adinegoro mengatakan, terdapat 60 masakan pedas yang dihadirkan dalam festivalnya kali ini. Firdaus menyebut ada kombinasi antara menu tradisional Jawa dengan sajian kuliner mancanegara.

“70 persen masakan yang dijual mengandung unsur pedas dengan mengandalkan sambal karena salah satu jenis bumbu masakan khas yang ada di Indonesia,” kata Firdaus kepada metrojateng.com, Rabu (28/11/2018).

Suguhan masakan ekstra pedas akan dimanfaatkannya untuk menampilkan sisi lain keragaman masakan warisan Indonesia. Di Kota Semarang, ia juga ingin menunjukan ragam rasa makanan pedas yang mampu menggoyang lidah.

“Semarang tidak punya identitas pedas. Maka saya ingin menambah varian kuliner yang belum ada selama ini. Di sini, kita sajikan semua masakan yang diolah dari berbagai macam cabai. Karena rasa pedas khas masakan Asia sudah diadopsi oleh banyak orang di negara Barat,” ujarnya.

Dari puluhan masakan pedas yang disuguhkan, terdapat menu-menu bercitarasa unik. Mulai balado Cumi Manado, ayam Kalasan bumbu sambal ganja, ragam sambal-sambal campuran cumi, sambal paruh gongso hingga sambal tongkol.

Festival Makanan Pedazz dihelat mulai 27 November-2 Desember 2018. Sampai saat ini, jumlah pengunjungnya sudah menembus 1.000 orang. “Kita targetkan minimal puluhan ribu pengunjung selama enam hari,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.