Fajar Tegaskan Tak Ada Intervensi Undian Pedagang Pasar Wonodri

Sejumlah pedagang ingin berdagang di lantai bawah, tetapi saat pengundian tidak sesuai harapan.

Para pedagang mengikuti pengundian lapak di Pasar Wonodri baru yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, (Sabtu (19/1/2019). (Masrukhin Abdul/metrojateng.com)

SEMARANG – Pasca selesai dibangunnya Pasar Wonodri, pedagang akhirnya dapat masuk kembali ke pasar yang telah direhab. Untuk itu dilakukan pengundian kepada para pedagang agar dapat secara tertib masuk menempati lapaknya kembali, Sabtu (19/1/2019).

Suasana pengundian pedagang berlangsung di Pasar Wonodri dan berlangsung teratur dan kondusif. Meski sempat diwarnai aksi protes dari beberapa pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto memastikan tidak ada intervensi dalam pengaturan pedagang untuk masuk ke Pasar Wonodri melalui pengundian.

‘’Saya pastikan staf saya menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Silahkan laporkan kepada saya bila ada staf saya yang menerima sesuatu untuk kepentingan tertentu, akan saya tindak tegas,’’ kata Fajar.

‘’Bila ada beberapa pedagang yang protes rasanya biasa, tapi semangat kami adalah menata untuk lebih tertib,’’ imbuhnya.

Untuk protes yang dimaksud Fajar tersebut, yaitu terkait adanya keluhan sejumlah pedagang yang tidak dapat berdagang di lantai dasar atau lantai satu. Sejumlah pedagang tersebut ingin berdagang di lantai bawah tetapi saat pengundian tidak sesuai harapan, yaitu mendapatkan tempat di lantai atas.

Fajar menegaskan jika penataan pedagang di Pasar Wonodri adalah sesuai zonasi yang sudah ditetapkan.

‘’Proses pengundian sampai besok dan penataannya sesuai zonasi yang sudah ditetapkan. Ini untuk memudahkan pembeli dalam menjangkau pedagang, sehingga justru menguntungkan pedagang sebenarnya,’’ jelas Fajar.

‘’Sekali lagi, semangatnya adalah agar pasar rakyat ini dapat memberikan kesejahteraan untuk semuanya, tidak hanya satu dua pihak saja,’’ tegasnya.

Adapun zonasi yang ditentukan di Pasar Wonodri untuk para pedagang adalah terbagi dalam tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk konveksi, sembako, kelontong, serta daging, ikan basah, dan ayam khusus los.

Sedangkan lantai dua untuk memusatkan pedagang bumbu, sayur, serta daging, ikan basah, dan ayam khusus pancakan. Kemudian di lantai ketiga akan diisi oleh pedagang yang berjualan pindang, bakso, panggang, tahu, dan tempe. (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.