EWS Rusak, BPBD Manfaatkan Pengeras Suara Masjid

BPBD akan mengirim informasi langsung soal kegempaan kepada para marbot.

SEMARANG-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah telah memperkuat koordinasi dengan para pengurus masjid dan musala yang punya pengeras suara, karena alat deteksi dini rusak.

Wakil Bupati Masrur Masykur memeriksa kesiapan dan peralatan BPBD Kendal dalam menangani bencana usai Apel Kesiagaan Bencana, Rabu (5/12/2018). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Para marbot sudah diminta segera memberi peringatan dini tsunami secara manual lewat pengeras suara bila muncul gempa dengan intensitas yang sangat kuat di pesisir selatan Jawa Tengah terutama Kabupaten Cilacap.

“Informasi gempa bisa mereka dapatkan dari kami secara langsung,” kata Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana usai melepas bantuan logistik bagi korban tsunami Selat Sunda, Jumat (28/12/2018).

Di luar itu, pihaknya juga tengah membangun komunitas kebencanaan dan saluran komunikasi grup agar semua informasi cepat menyebar.

Pelibatan para marbot ini, menurutnya sebagai upaya antisipasi dini dalam mencegah korban jiwa yang diakibatkan munculnya tsunami. Pasalnya, ia saat ini mendapati alat deteksi dini atau early warning sistem (EWS) yang terpasang di sejumlah daerah di Jateng sudah rusak.

EWS yang rusak itu berada di Kabupaten Wonogiri, Cilacap, Kebumen dan Purworejo. Alarm yang ada pada tiap EWS tidak bisa dibunyikan lantaran mengalami korosi. Rusaknya alatnya EWS jadi masalah baru, karena daerah masuk zona rawan tsunami di Jawa Tengah bagian selatan.

“EWS di empat kabupaten untuk mendeteksi datangnya gelombang tsunami sudah rusak. Itu terdiri atas penerima sinyal dan sirine, sudah tak berfungsi normal, mengakibatkan korslet. Padahal itu sangat dibutuhkan di Cilacap, karena ada dua kecamatan yang berada di pesisir pantai,” urainya.

Ia menduga kerusakan EWS kemungkinan disebabkan berada di wilayah kegempaan yang berbatasan dengan perairan Samudera Hindia, dekat pesisir pantai yang rawan gelombang tinggi dan limpasan air laut.

EWS di Cilacap misalnya, banyak dipasang di sepanjang garis pantai. Sebab di Kabupaten Cilacap merupakan pertemuan sesar (patahan) yang berpotensi memicu gempa bumi.

Ia mengaku akan mengantisipasi persoalan tersebut dengan menyiapkan upaya inisiasi pada saat ada gempa besar.

“Risikonya harus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat untuk menyelamatkan resiko nyawa yang banyak,” paparnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.