Eva Yuliana: Bukti Kecintaan Warga Terhadap Indonesia Adalah Tidak Golput!

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bisa menjadi salah satu acuan pemilih dalam mempertimbangkan kualitas para calon.

SEMARANG – Politisi NasDem, Eva Yuliana mengimbau kepada masyarakat Jawa Tengah untuk tidak Golput. Sebaiknya, warga datang ke TPS karena menggunakan hak pilihnya menjadi bukti kecintaan terhadap Indonesia.

 

Politisi NasDem, Eva Yuliana. (dokumentasi)

“Saya yakin, Dulur-dulurku (Saudaraku) orang yang cerdas, orang yang amanah, dan sangat cinta dengan tanah air. Saya yakin warga Jawa Tengah akan menunjukkan rasa cinta mereka kepada negara dan tidak akan Golput,” ujar Eva, Selasa (9/4/2019).

Ia menyebut bahwa kecintaan warga Jawa Tengah pada negara tidak perlu diragukan lagi. Perempuan yang ikut nyaleg untuk Dapil Jateng V meliputi Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Solo tersebut optimistis coblosan tanggal 17 April jadi hari baik untuk memilih.

Bila dipercaya sebagai anggota legislatif, ia hanya ingin mengabdi dan berbuat untuk warga di dapilnya dan seluruh Indonesia. “Jika Insya Allah saya terpilih, saya belum tahu nanti di Komisi berapa dan membidangi sektor apa, sehingga saya akan berjuang untuk apa yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Terlebih lagi, katanya, Jateng masih membutuhkan banyak perhatian pemerintah dan legislatif di berbagai hal. Mulai dari perekonomian, sosial, budaya dan lainnya.

“Memilih pemimpin bangsa dan juga wakil rakyat, pilihlah pemimpin yang sudah teruji, sudah berbuat banyak bagi negara, dan pilihlah wakil rakyat yang amanah,” tambahnya.

Manajer Pengawasan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Riantoby juga meminta masyarakat tetap menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019 nanti. Tetapi, dalam memilih harus tetap kritis mempertimbangkan calon yang mumpuni.

“Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan pemilih, kami menyarankan sebaiknya jangan golput,” katanya.

Dia menyebutkan setiap capres maupun caleg punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun Alwan juga menegaskan menjadi Golput memang merupakan hak seseorang. Tetapi sebaiknya, sikap tersebut dilandasi pertimbangan yang matang dan melalui penelitian yang mendalam.

Alwan menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) bisa menjadi salah satu acuan pemilih dalam mempertimbangkan kualitas para calon.

Jika ada para calon yang sebelumnya merupakan penyelenggara negara, tetapi tidak melaporkan LHKPN, itu mengindikasikan calon tersebut tidak taat prosedur dan tidak layak dipilih. 
“Itu bisa menjadi indikator sederhana untuk menilai para calon,” tandasnya. (far)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.