Era E-Commerce, Pelaku Usaha Mikro Belum Melek IT

Pelatihan digital akan terus diupayakan.

SEMARANG- Meskipun sudah memasuki era pemasaran online, namun masih banyak pelaku usaha mikro yang belum melek informasi teknologi (IT). Padahal, banyak produk dari pelaku usaha mikro yang potensial dipasarkan secara online.

Perajin batik rumahan atau pelaku usaha mikro di Kampung Malon Gunungpati Semarang menunjukkan produknya kain batik pewarna alam. Selama ini pemasaran produk batik tersebut masih sebatas di acara pameran. Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, berdasarkan survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai 4,8 juta. Dari jumlah itu 98,80 persen adalah usaha mikro kecil, di dalamnya 90 persennya usaha mikro.

“Salah satu kendala besar dari usaha mikro dalam memperluas pasar, mereka belum melek IT. Sehingga, mereka belum bisa berjualan secara online,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018).

Kendala tersebut tentu menjadi masalah besar di era serba digital seperti sekarang. Sehingga, hal itu juga mempengaruhi daya saing mereka di pasaran.

Ema menuturkan, banyak perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran online dan startup yang mengajak bekerja sama untuk memasarkan produk usaha mikro kecil. Namun, tidak semua bisa diterima karena kendala ketidakpahaman pelaku usaha terhadap teknologi digital.

“Kendati demikian, kami tidak menyerah dan melepas kesempatan tersebut. Kami arahkan kerja sama itu tidak hanya untuk membantu penjualan, tapi juga pelatihan IT kepada pelaku usaha mikro,” tuturnya.

Disamping itu, untuk mendorong pelaku usaha mikro makin melek IT, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng juga memiliki program pendampingan digital.

“Sebagai contoh saat merintis e-commerce Sadewa Market, kami melatih IT 2.500 pelaku usaha mikro. Namun, pelaku usaha yang mengunggah produknya hanya 500 orang dan yang aktif berjualan hanya 150 orang,” jelasnya.

Maka, imbuh dia, ke depan agar mereka bisa naik kelas, pelatihan digital akan terus diupayakan. “Kalau tidak mereka bisa terlibas dengan kelas yang diatasnya,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.