Epilepsi Kambuh, Pengunjung Guci Tewas di Kolam Air Panas

Salah satu karyawan pemandian air panas melihat korban mengapung di kolam anak sedalam 50 centimeter.

TEGAL – Seorang pengunjung pemandian air panas Guci, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, ditemukan tewas di dalam kolam, Rabu (24/4) sore. Korban yang diketahui berejenis kelamin perempuan tersebut diduga tewas akibat penyakit yang dideritanya.

Seorang pengunjung pemandian air panas Guci, yang ditemukan tewas di kolam renang dievakuasi ke ruang pemulasaran jenazah RSUD dr Soesilo Slawi. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Betul, kemarin ada seorang pengunjung yang tewas di kolam renang. Korban bernama Santi Apriliyanti, usia sekitar 19 tahun,” terang Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo SH saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (25/4/2019) pagi.

Diterangkan Kasat Reskrim, korban yang merupakan warga RT 08/ 02 Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes itu tewas akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh. Dimana kronologi bermula, saat korban bersama anak kecil yang diketahui keponakannya mandi di kolam anak.

Tak lama kemudian, salah satu karyawan pemandian air panas melihat korban mengapung di kolam anak sedalam 50 centimeter. Oleh karyawan setempat, korban kemudian diberi pertolongan pertama dan dilarikan ke Puskesmas Bumijawa.

“Setelah mendapat penanganan medis, dokter jaga Puskesmas Bumijawa, Dr Grena menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia,” imbuh Bambang.

Atas kejadian tersebut, sambung Bambang, korban kemudian dilarikan ke ruang pemulasaran jenazah dr Soesilo, untuk kemudian diperiksa lebih lanjut dan berkoordinasi dengan jajaran Polres Brebes. Selang beberapa kemudian, jajaran Polsek Larangan tiba di dr Soesilo untuk mengevakuasi korban.

Diketahui, korban pergi ke pemandian air panas bersama keponakannya, Azam Aditya Putra (4). Dari keterangan Polsek Larangan, korban pergi tanpa berpamitan dengan keluarga dan sempat dilaporkan atas dugaan penculikan anak.

“Keluarga sempat melapor kehilangan anak. Karena korban pergi bersama keponakannya tanpa pamitan. Setelah berkoordinasi, jenazah dibawa pulang,” tutupnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.