Empat Tahun Oplos Pupuk, Gudang Dijaga Aparat Bersenjata

image
Gudang pengoplos pupuk di Demak. Foto: Metro Jateng/byo

DEMAK – Pengoplos pupuk bersubsidi di Desa Bolo, Demak, membeli pupuk di desa-desa. Setelah dioplos, pupuk dijual di berbagai kota di Jateng.

Demikian pengakuan Suberdi (38), kuli angkut pupuk. Pria asal Desa Bango, Demak, itu biasa ikut mengambil pupuk dari berbagai kota. “Kadang dari dalam kota, ngambilnya di desa-desa Kecamatan Karanganyar, atau Jepara, pernah di Klaten juga, angkutnya pakai truk dobel,” katanya.

Suberdi mengatakannya ketika ditanya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang meninjau lokasi pengoplosan pupuk, Rabu (11/2). Gudang pengoplosan itu disamarkan sebagai selepan padi.

Menurut Suberdi, dia dan teman-temannya hanya diijinkan jadi kuli angkut. Dia tak diijinkan masuk ke dalam gudang karena di dalamnya sudah ada kuli bongkar sendiri.

“Kuli angkut sendiri, kuli bongkar sendiri. Di dalam pekerjanya banyak, tapi kurang tahu persisnya berapa,” kata dia.

Pembelian pupuk oleh pengoplos itu menurut Suberdi, telah menyusahkan petani. Ia banyak mendengar jika pupuk langka di beberapa desa. “Ya pantes langka, wong diambili sini,” ujarnya.

Rekan Suberdi, Zakaria, menambahkan bahwa semua warga sekitar mengetahui jika di dalam gudang itu terdapat aktifitas pengoplosan pupuk. Praktik itu telah berlangsung empat tahun lamanya. Namun tak ada yang berani melaporkan karena tempat itu dilindungi polisi.

“Dulu pernah ada yang lapor, tapi malah orang itu sendiri sing dicekel polisi,” kata Zakaria.

Kabar itu diperkuat dengan pengakuan beberapa orang yang pernah melihat adanya pria berseragam menenteng senjata laras panjang di dalam gudang. “Tidak tahu tentara apa polisi, tapi penjaganya bawa senapan,” lanjutnya.

Gudang pupuk milik pengusaha berinisial KS itu akhirnya digerebek Kodim 0716/Demak pada Minggu (8/2). TNI menemukan ratusan ton pupuk oplosan di gudang yang terletak di Jalan Raya Demak-Kudus, Desa Bolo, Demak itu. Di dalamnya ditemukan juga truk-truk pengangkut dan truk molen untuk mengoplos pupuk. (byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

51 + = 53

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.