Empat Pelaku Gendam Dibekuk

Dibekuk – Keempat pelaku gendam dalam pengawalan petugas bersenjata Laras panjang.(ono)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM –  Aksi kejahatan dengan Komplotan pelaku berlagak orang pintar dengan sasaran ibu ibu yang belanja di pasar modern kembali menggoyang kota Semarang. Namun, kali ini, komplotan pelaku yang berlogat melayu dikenal licin harus mengakui kehebatan Resmob Polrestabes Semarang yang meringkus empat dari enam pelaku.

Tiga pelaku  diringkus ketika bersenang senang di tempat hiburan karaoke Las Vegas kawasan wisata berhawa dingin Kopeng,Salatiga dan satunya lagi diringkus saat berkumpul bersama keluarga di desa Godekan Kingkang, Klaten. Mereka Rio Herlambang (31) alamat Cimone Tangerang,Andreas Poni Alias Pomi(41) asal Bengkulu, Hermansyah alias Man dan Hendrik alias Meji,(44) asal Palembang. Selain keempat tersangka disita barang bukti diantaranya, mobil Daihatsu Terios, tas berisi 17 ATM dari berbagai bank, uang Rp 5,5 juta dan ,delapan ponsel.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana pada gelar kasus, mengatakan pihaknya sementara menerima dua laporan kasus penipuan. .Kedua korban Ny Cahyani Wulandari(40) mengalami kerugian Rp 52 juta dan Ny Fauziah menderita kerugian Rp 38,5 juta.
Ny Cahyani tertpu saat berada di Mal ADA, jalan Mgr Soegiyopramoto, seberang jalan LP Wanita Bulu Semarang. Sedangkan, Ny Fauziah tertipu pada Jumat 5 Maret lalu jam 15.00 saat berada di salah satu resto di Mall Paragon,jalan Pemuda Semarang.

Komplotan penipu dalam aksinya, semula berlagak menumpang tanya suatu tempat penyimpanan pusaka.”Saya tiba tiba didekati salah satu pelaku manyakan tempat penyimpanan pusaka”, kisahnya Ny Fauziah.

Walau, Ny Fauzia menjawab tidak tahu,namun pelaku tetap berusaha mendekat. Bahkan, pelaku berlagak orang pintar menyebutkan bahwa diri korban ada pengaruh gaib yang bisa mencelakan. Korban yang terpengaruh omongan pelaku, lalu ditunjukkan telur yang dipecah berisi tiga jarum.

Korban lalu dalam upaya membersihkan dirinya dari pengaruh gaib diminta untuk berderma dengan menyerahkan kartu ATM beserta PINnya. Sementara untuk  satu ATM diminta derma Rp 100 ribu.  Dan, yang mencairkan uang pelaku yang sudah mengetahui PINnya. Kemudian, kartu ATM dengan dibungkus kertas tisu dikembalikan pemiliknya. Korban, sepulang di rumah kaget kartu ATMnya telah diganti. Dan,korban lebih kaget lagi uang tabungannya telah terkuras habis.

Adanya laporan para korban, tim Resmob Polrestabes Semarang dipimpin Iptu Reza Arif Hadafi terus memburu para pelaku. Dari hasil pelacakan, tim Resmob pada Selasa (26/3) selepas tengah malam mencium keberada komplotan penipu bermobil Daihatsu Terios B 1703 WOV putih berada di karaoke di kawasan wisata Kopeng. Para pelaku diburu dan berhasil diringkus tiga pelaku. Dari pengembangan penyidikan,lalu kembali diringkus satu orang lagi Hendrik di Klaten.

Para pelaku dihadapan penyidik mengakui terus terang perbuatannya.Bahkan, mereka terkait telur berisi tiga  jarum menyebutkan tidak ada hal gaib. Tetapi, telur sengaja diisi jarum dengan cara dicoblos dan di tekan hingga jarum jarum itu masuk ke dalam telur.
Komplotan pelaku gendam itu dimungkinkan beraksi di daerah lain, Dengan dibekuknya empat penipu itu,penyidik masih terus mengembangkan, apalagi dua pelaku masih buron.

Sementara korban Ny Cahyani dan Ny Fauzia dengan terungkapnya ulah pelaku menyampaikan terima kasih kepada pihak Polrestabes Semarang. Dengan dibekuknya para pelaku diharapkan tidak ada lagi korban lain. (Ono)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.