Empat Pekerja Tewas di Kapal Tongkang Diduga Keracunan Gas

Selain medan yang sempit dan ada kandungan gas, yang membuat proses evakuasi lama adalah posisi korban yang menumpuk.

SEMARANGLokasi tewasnya empat pekerja perbaikan kapal di lubang manhole kapal tongkang Zulkifli 2 cukup sempit dan juga terdapat banyak gas. Terkait penyebab kematian empat orang tersebut belum diketahui secara pasti, dugaan sementara korban meninggal karena keracunan gas. Selain itu, kapal tongkang Zulkifli 2 tersebut sudah lama tidak beroperasi.

Proses evakuasi pekerja yang tewas di dalam Kapal Zulkifli 2. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

“Kami dapat laporan Minggu malam, pukul 23.00. Setelah sampai di lokasi dan lihat medannya, ternyata medan sangat fatal dan berat karena banyak kandungan gas,” kata Nurman, koordinator lapangan Basarnas yang mengevakuasi keempat korban di lokasi kejadian, Senin (29/7/2019) dini hari.

Lubang manhole tersebut berukuran sekitar 40-50 sentimeter dengan kedalaman 5 meter. Keempat korban tewas saat ditemukan dalam posisi bertumpukan.

“Selain medan yang sempit dan ada kandungan gas, yang membuat proses evakuasi lama adalah posisi korban yang menumpuk. Kami harus keluarkan satu persatu,” jelas Nurman.

Sementara informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, kapal tongkang Zulkifli 2 tersebut sudah lama tidak beroperasi. Kapal tersebut sudah bersandar di sekitar PT Dok Kodja Bahari sekitar tiga tahun. Adapun saat kejadian, keempat korban sedang bekerja mengecek lubang atau kebocoran bagian kapal dan menguras air yang masuk.

“Kapal itu sudah lama tidak beroperasi, itu nitip bersandar di sini, mungkin sudah tga tahun. Kapal itu biasanya dibuat ngangkut batu split,” ujar Andi, penjaga malam proyek di PT Dok Kodja Bahari.

Kapal yang sudah lama tidak beroperasi dan kondisi bagian dalam kapal yang tertutup diduga menjadi penyebab timbulnya gas. Meski demikian belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab kematian keempat korban. Polisi saat ini masih menyelidiki dan mengumpulkan keterangan saksi. Sementara korban tewas sekarang berada di RSUP dr Kariadi Semarang.

Untuk diketahui, empat pekerja perbaikan kapal ditemukan tewas di dalam lubang manhole Kapal Tongkang Zulkifli 2 pada Minggu (28/7/2019), sekitar pukul 22.00. Keempat korban diketahui bernama Mardjono (61) warga asal Bekasi Utara kelahiran Boyolali, kemudian tiga korban lainnya merupakan warga Desa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, bernama Lamami (32), Muhammad Nur Huda (31), dan Jadi (40).

Proses evakuasi korban baru selesai Senin (29/7/2019), sekitar pukul 02.00 (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.