Empat Pasutri Bersaing dalam Pilkades Serentak di Jepara

Pemilihan petinggi syaratnya memang harus ada calon minimal dua dan maksimal lima calon

JEPARA – Ada empat pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Jepara bersaing dalam pemilihan petinggi (kepala desa) secara serentak di 24 desa tahun 2018. Secara umum, penyelenggaraan pemilihan petinggi berlangsung aman dan tertib.

Pasutri bersaing dalam Pemilihan Petinggi di Jepara. Foto: metrojateng.com

Dari pemilihan yang berlangsung Kamis (22/11), hasil keempat desa tersebut yakni Desa Banjaran Kecamatan Bangsri dimenangkan Taryanto dari lawan istrinya sendiri, Sri Wahyuni. Desa Ketileng Singolelo Kecamatan Welahan Agus Supriyanto unggul atas Dwi Winarsanti, Desa Tritis Kecamatan Nalumsari Rosihan Nor menang dari Ulfah Rois. Sedangkan Eko Masnoor Frendi menang dari Seri Sukapti di Desa Semat Kecamatan Tahunan.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto menyampaikan bahwa keempat desa tersebut memang pada tahap pendaftaran bakal calon hanya satu yang mendaftar. Hingga menjelang akhir, muncul nama baru yang tak lain adalah pasangan rumah tangganya sendiri.

‚ÄúPemilihan petinggi syaratnya memang harus ada calon minimal dua dan maksimal lima calon. Di empat desa tersebut dimungkinkan tidak ada lawan. Namun, ini masih akan kami kaji dan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya, Jumat (23/11/2018)

Secara keseluruhan, penyelenggaraan pemilihan petinggi berlangsung aman dan tertib. Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam pesta demokrasi di tingkat desa.

“Berjalan aman dan tertib. Ini karena kesadaran warga dan pihak keamanan yang terlibat. Tapi sejauh ini kami masih menunggu laporan terkait pemilihan petinggi,” lanjutnya.

Ditambahkannya, pihaknya telah menggelontorkan anggaran untuk pemilihan petinggi di 24 desa sebesar Rp 2,360 miliar. “Terkait besaran anggaran di masing-masing desa sudah aturannya. Di antaranya berapa banyak pemilih,” tuturnya.

Ketua Panitia Pemilihan Petinggi Desa Ketileng Singolelo, Maskuri menuturkan bahwa pelaksanaan pemilihan petinggi di desanya berlangsung aman dan tertib. Bahkan jauh dari suasana tegang, apalagi calon menyediakan doorprize bagi pemilih yang hadir ke TPS.

“Iya, Pak Agus mendapat suara 1.842 dan istrinya 246 suara. Waktu pemilihan tidak ada suasana kompetisi yang berlebihan. Malah yang nyoblos seneng karena ada doorprize,” ujarnya.

Ditambahkannya, jumlah pemilih di desanya total 2.655 orang dan yang menggunakan hak suaranya 2.123. Rinciannya, ada 2.088 suara sah dan 35 suara rusak. “Untuk keterlibatan warga masih cukup tinggi meski calonnya bisa dikatakan suami istri,” tandas dia.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.