Empat Parpol dalam Pengawasan Bawaslu Banyumas

Laporan Dana Kampanye Tak Wajar

PSI dan Garuda melaporkan dana kampanye sebesar Rp 0.

BANYUMAS – Empat partai politik berada dalam pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas. Pasalnya keempat parpol tersebut dinilai tidak wajar dalam melaporkan dana kampanye. Bahkan dua di antaranya, melaporkan anggaran kampanye Rp 0.

Empat parpol di Banyumas dalam pengawasan Bawaslu terkait laporan dana kampanye. Foto: metrojateng.com

Koordinator Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banyumas Yon Daryono membeberkan, empat partai politik tersebut antara lain PSI, Garuda, Hanura dan PBB. PSI dan Garuda melaporkan dana kampanye sebesar Rp 0. “Nah untuk empat partai politik akan dalam pengawasan Bawaslu,” jelasnya, Jumat (4/1/2019).

Dua parpol lainnya, PBB dan Hanura melaporkan dana kampanye di bawah Rp 3 juta. Bahkan PBB hanya melaporkan Rp 1,5 juta. Terkait laporan tersebut, Bawaslu bakal melakukan pengecekan ke polres terkait Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang dimohonkan.

“Jumlah STTP kampanye, kemudian ada pertemuan terbatas tentu saja muncul biaya-biaya. Mulai transportasi makan minum, banner, spanduk. Kenapa itu tidak dilaporkan,” jelasnya.

“Untuk sanksi administrasinya jika terbukti ada ketidaksesuaian indikasi dugaan kebohongan, caleg yang lolos bisa dibatalkan pelantikannya,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPD PSI Fitria Agustina mengatakan, dari awal ditekankan jika caleg tidak diperbolehkan untuk mengeluarkan dana untuk kegiatan kampanye. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menghindari money politic.

Untuk bendera dari DPD, begitu juga untuk kaos juga dari DPD. Sedangkan kegiatan yang lain sebagian besar merupakan bantuan dari masyarakat.

“Contohnya, misal ada kegiatan yang membutuhkan bambu. Masyarakat memberikan sukarela tanpa meminta untuk dibayar. Sehingga kegiatan kami memang tidak ada yang menggunakan dana. Bisa dicek kok ke lapangan,” katanya.

Jika nantinya ditemukan caleg yang mengeluarkan dana kampanye, berarti caleg tersebut tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh partai politik. Dan dana yang dikeluarkan tersebut jelas tidak berkoordinasi dengan DPD.

Ditambah lagi, lanjut dia dua caleg dari PSI merupakan aktifis. Dimana mereka sudah biasa bergerak tanpa menggunakan dana.

Pada laporan awal dana kampanye kemarin, ditegaskan Fitria jika dana dari DPR RI belum turun. Sehingga, memang tidak ada dana kampanye yang bisa dilaporkan. (MJ-27)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.