Empat Napi Teroris Dipindah ke Lapas High Risk Nusakambangan

SEMARANG – Empat narapidana kasus terorisme bakal menempati sel khusus lapas high risk di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan proses pemindahan keempat narapidana terorisme itu atas arahan dari pihak BNPT di kantor pusat Jakarta.

Ilustrasi. Pemindahan narapidana. Foto: metrojateng.com/dok

“Kami sudah melakukan assesment bersama tim BNPT untuk menempatkan keempat narapidana ke lapas high risk. Keempatnya akan masuk sel maximum security wilayah Lapas Batu Nusakambangan dalam waktu dekat,” kata Ibnu, Jumat (27/4).

Tak hanya itu saja, ujarnya, lapas high risk nantinya akan dihuni empat narapidana narkoba kiriman dari lapas Jawa Tengah.

Proses pemindahan tinggal menunggu persetujuan dari Kemenkumham pusat.

“Sudah ada masukan dari Kepala BNNP Jawa Tengah, sudah diproses, sekarang tinggal menunggu persetujuan dari Jakarta. Empat napi narkoba yang akan menghuni sel maximum security berkewarganegaraan asing,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Djoni Priyatno mengaku tak bisa mengungkap identitas tiap narapidana yang akan menghuni lapas high risk dengan alasan keamanan setempat.

“Saat ini sudah ada penetapan empat napi terorisme yang akan dipindah ke high risk. Tapi untuk nama-namanya masih dirahasiakan. Sebab pemindahan mereka akan dilakukan bertahap,” tegasnya.

Setiap narapidana lapas high risk akan menghuni ruang tahanan berukuran 2×3 meter seorang diri. Pihaknya sudah memasang 200 CCTV untuk mengawasi 124 penghuni lapas high risk.

“Satu sel ukuran 2×3 meter dihuni satu orang,” jelasnya. Proses penjagaan dilakukan otomatis dengan mesin robotik untuk memastikan setiap narapidana tidak ada kontak dengan dunia luar. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

2 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.