Embung Tak Bisa Tempati Tanah Bondo Deso

Yang paling sulit, karena terkendala UU Desa, sehingga tak bisa dibangun di situ.

SEMARANG- Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah menargetkan pembangunan 22 embung di wilayahnya pada tahun depan.

Foto: ilustrasi embung

Pelaksana Tugas Kepala Pusdataru Jawa Tengah, Lukito mengatakan, proyek embung yang dicanangkan oleh pemerintah itu masih terganjar dengan penerapan UU Desa.

“Hambatan terbesar kita tentunya soal alihfungsi tanah karena sebagian besar masyarakat mengusulkan memakai tanah bondo deso. Nah, ini yang paling sulit karena terkendala UU Desa, sehingga tak bisa dibangun di situ,” kata Lukito usai ikut dialog bebas bersama Prime Topic, di Hotel Muria, Jalan Dr Cipto, Kota Semarang, Rabu (21/11/2018).

Ia mengungkapkan pembuatan embung minimal harus melalui proses tukar guling tanah. Menurutnya hal itu memakan waktu sangat lama dan menghambat proyek pembuatan embung.

Pilihan lainnya, katanya petugasnya sudah berupaya membangun embung diatas tanah negara maupun memperbaiki telaga-telaga di pedesaan. “Selain itu pembebasan tanah milik masyarakat juga lebih mudah,” ujarnya.

Di tahun ini, pihaknya sudah menuntaskan pembuatan enam embung. Untuk target seribu embung dari pemerintah pusat sendiri kini sudah tercapai. Bahkan jumlahnya yang terbangun sudah mencapai 1.090 embung.

“Target kami saat ini sudah terpenuhi. Yang terbangun ada 1.090 embung. Tetapi yang kami kerjakan menggunakan APBD sudah ada 75 embung,” bebernya.

Ia mengaku dengan realisasi proyek tersebut, pihaknya terus berupaya mencukupi kebutuhan air baku bagi daerah endemis kekeringan.

Mayoritas embung sudah dibangun untuk wilayah Wonogiri dan beberapa titik di Rembang. Sebuah proyek embung seluas satu hektare menyedot anggaran Rp 2,5 miliar. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.