Elvin Sempat Muntah Darah Sebelum Tewas

Korban sempat mengeluh muntah dan mual, tetapi tidak ada demam. Sampai tanggal 23 Maret pukul 00.00 masih sadar. Terus dicek lagi pukul 03.25 sudah meninggal.

SEMARANG – Elvin Alinday Samson (47), second mate atau awak kapal yang mengatur rute pelayaran MV GL Kaihou, sebelum tewas diduga sempat muntah darah sebanyak dua kali. Hal itu diungkapkan oleh nahkoda Kapal MV GL Kaihou berbendera Panama, Capt Elmer P Gomez, melalui keterangan tertulisnya.

Evakuasi jasad Elvin dari Kapal MV GL Kaihou. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Dalam keterangan yang ditulis dalam Bahasa Inggris itu, Gomez menuturkan kronologi kejadian. Mulai kapal berangkat dari Fremantle, Australia, pada 16 Maret 2019, pukul 19.12, menuju Haiphong, Vietnam, penuh dengan sapi. Lalu pada tanggal 21 Maret 2019 pukul 04.00, Elvin mengeluh mual, muntah, dan tidak bisa berdiri untuk waktu yang lama karena merasa pusing dan lemah. Gomez menyarankan ABK asal Filipina itu untuk beristirahat.

Pada tanggal 22 Maret 2019, pukul 09.00, Gomez pergi ke kabin untuk memeriksa kondisi Elvin. Gomez sempat bertanya apa yang dirasakan Elvin. Elvin menjawab kalau dia muntah darah dua kali tetapi tidak merasakan sakit pada perutnya. Badan Elvin juga tidak merasakan sakit.

Setelah itu awak kapal mengecek Elvin sambil membawakan makanan. Pukul 18.00 saat dicek kondisinya menurun. Saat itu korban Elvin masih bisa diajak komunikasi. Namun pada tanggal 23 Maret 2019 pukul 03.25 korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Nahkoda kemudian melaporkan kejadian itu dan kemudian menepi ke pelabuhan terdekat yakni di Semarang untuk penanganan korban.

“Korban sempat mengeluh muntah dan mual, tetapi tidak ada demam. Sampai tanggal 23 Maret pukul 00.00 masih sadar. Terus dicek lagi pukul 03.25 sudah meninggal. Karena ada muntah dan mual makanya ada pembengkakan pada kelenjar. Sementara itu yang mencolok,” terang dr Rudi Purnomo dari pelayanan kematian Bambang Purnomo yang mendapat laporan dari tim evakuasi terkait identifikasi awal, Minggu (24/3/2019).

Kasi Operasi Kantor SAR Semarang, Agung Hari Prabowo, saat ditemui di dermaga juga menyatakan hal senada. Memang ada indikasi atau dugaan korban meninggal karena sakit tetapi belum dapat dipastikan sebelum dilakukan otopsi. Termasuk apakah ada kaitannya dengan muatan sapi yang diangkut kapal tersebut.

“Kapal memang memuat sapi. Kalau soal virus atau lainnya itu silakan tanya langsung ke KKP. Tadi Inafis juga sudah datang ke sini, mungkin hari ini juga akan dilakukan autopsi,” pungkasnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.