Efektifkan Anggaran, Pemkot Semarang Tingkatkan Drainase Jalan Depok Dengan Swakelola

Pemkot Semarang akan meningkatkan drainase Jalan Depok dengan swakelola.

SEMARANG – Di tengah masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Semarang tetap berkomitmen melakukan pembangunan untuk mengatasi sejumlah persoalan. Salah satu caranya dengan menjalankan sistem swakelola dalam pengerjaan saluran di Jalan Depok, Kota Semarang.

Adapun pekerjaan tersebut diupayakan untuk mengatasi genangan yang sering muncul di sepanjang jalan tersebut ketika turun hujan. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat ditemui di kantornya, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (6/1/2020).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun berharap masyarakat dapat menjaga hasil pembangunan, dengan tidak membuang sampah di saluran yang telah dikerjakan, sehingga tidak kembali timbul genangan pada wilayah tersebut.

“Permasalahan genangan yang banyak dikeluhkan ini kita upayakan untuk dapat teratasi. Untuk itu saya berharap, solusi yang telah diupayakan ini dapat dirawat dan dipertahankan bersama,” tekannya.

Di sisi lain, Hendi sendiri meminta dukungan masyarakat pada pekerjaan yang akan dirampungkan dengan banyak manhole tersebut untuk memudahkan pembersihan, guna mempermudan Pemkot Semarang melakukan perawatan drainase secara rutin.

“Kami minta maaf dan memohon pengertian masyarakat yang mungkin saat ini merasa kurang nyaman saat melintasi Jalan Depok. Ini semua merupakan proses untuk menyelesaikan persoalan pembangunan di kota,” tegasnya.

Secara detaill, Kepala UPTD Wilayah Selatan Dinas PU Kota Semarang, Maileni, menerangkan normalisasi saluran air tersebut terbagi dalam dua tahap, dengan dua fokus yang berbeda. Pada tahap I, pembangunan difokuskan pada upaya menghilangkan genangan. Tahap ini selesai pada akhir tahun lalu.

“Pembangunan tahap I ini dilakukan dengan sistem swakelola tipe I dengan total anggaran 230 juta rupiah. Pembongkaran dilakukan pada sepanjang 400 m selokan dengan lebar 1.5 meter dan kedalaman 1 meter,” jelasnya.

Maileni melanjutkan, proses normalisasi dilakukan tidak hanya untuk membersihkan saluran dari sampah tetapi juga akar tanaman yang sudah mengganggu kelancaran saluran. Sebelumnya, kegiatan normalisasi juga diawali dengan penebangan pohon dan akar tanaman yang sudah memenuhi saluran.

Sementara untuk tahap II, akan difokuskan pada penataan trotoar sehingga lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki serta jalur khusus difabel. Diharapkan pembangunan dapat segera dimulai dan berakhir di bulan Maret 2021.*

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.