Efektifkah Jahe Hangat untuk Mengurangi Mual-Muntah Ibu Hamil?

Oleh: Alfu Izzatil Munna

Mual dan muntah seringkali diabaikan. Mual dan muntah dianggap sebagai sebuah konsekuensi pada awal kehamilan. Padahal ada dampak hebat yang mengikuti mual dan muntah pada wanita hamil

KEHAMILAN memicu perubahan fisik, psikis dan hormonal pada tubuh ibu. Buntutnya, bermacam-macam keluhan timbul. Salah satunya adalah mual dan muntah, atau morning sickness yang biasa terjadi pada awal kehamilan.

ilustrasi. sumber: shutterstock

Mual Muntah merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling menyebabkan stress yang dikaitkan dengan kehamilan. Hampir 50-90% wanita hamil mengalami mual muntah pada trimester pertama.

Frekuensi terjadinya morning sickness sebetulnya tidak hanya di pagi hari, melainkan bisa siang bahkan malam hari. Separuh dari wanita hamil pasti akan mengalami mual muntah hanya karena mencium bau makanan tertentu.

Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primi gravida (kehamilan pertama) dan 40-60% multi gravida (kehamilan lebih dari pertama). Sebagian besar ibu hamil 70-80% mengalami morning sickness. Sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim.

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa, didapatkan 20 ibu hamil trimester pertama yang mengalami morning sickness. Sebanyak 12 ibu hamil primigravida mengalami mual muntah sejak awal kehamilan, dengan frekuensi 2-3 kali sehari dan disertai gangguan nafsu makan.

Sedangkan sebanyak delapan ibu hamil multigravida mengalami morning sickness, dengan frekuensi mual muntah 1-3 kali sehari tanpa disertai gangguan nafsu makan. Perubahan hormon pada setiap perempuan hamil responnya akan berbeda, sehingga tidak semua mengalami mual muntah pada kehamilan.

 

Dampak Mual Muntah Tak Sepele

Tapi mual dan muntah seringkali diabaikan. Mual dan muntah dianggap sebagai sebuah konsekuensi pada awal kehamilan. Padahal ada dampak hebat yang mengikuti mual dan muntah pada wanita hamil.

Mual dan muntah pada kehamilan biasanya bersifat ringan. Kondisi tersebut terkadang berhenti pada trimester pertama, namun pengaruhnya dapat menimbulkan gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, dan ketidakseimbangan elektrolit.

Mual dan muntah berlebih (hiperemesis gravidarum) tidak hanya mengancam kehidupan ibu hamil, namun juga dapat menyebabkan efek samping pada janin seperti abortus, bayi lahir rendah, kelahiran prematur, serta malforasi pada bayi baru lahir.

Kejadian pertumbuhan janin terhambat (Intrauterine growth retardation/IUGR) meningkat pada wanita hamil dengan hiperemesis gravidarum. Sebenarnya, kenapa morning sickness pada trimester pertama ini terjadi?

Hal itu karena wanita hamil mengalami perubahan hormon. Ada peningkatan hormon progesteron dan esterogen yang ada dalam tubuh, karena diproduksi human chorionic gonadotropine (HCG) dalam serum plasenta.

 

Solusi Jahe 

Mengatasi mual muntah selama masa kehamilan dapat dilakukan melalui tindakan farmakologi maupun non-farmakologi. Tindakan non-farmakologi yang biasa disarankan oleh tenaga kesehatan seperti menganjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsi jahe. Biasanya dalam bentuk teh jahe, minuman jahe, permen, biskuit jahe, teknik relaksasi, dan aromaterapi.

Jahe adalah tanaman banyak khasiat, bagian rimpang jahe bermanfaat. Diantaranya sebagai bumbu masak, minuman, permen serta digunakan dalam ramuan obat tradisional. Didalam jahe terdapat kandungan yang dapat menjadi penghalang serotinin penyebab mual dan muntah.

Aroma harum jahe dihasilkan oleh minyak atsiri pada jahe yang mempunyai efek menyegarkan dan memblokir muntah. Rasa pedas yang menghangatkan tubuh dapat mengeluarkan keringat. Gingerol dapat melancarkan darah dan membuat saraf-saraf bekerja dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian, disebutkan bahwa sebelum diberi intervensi, rata-rata responden mengalami frekuensi mual muntah sebanyak 13 kali dalam sehari. Namun setelah diberi intervensi minuman jahe hangat, rata-rata frekuensi mual muntah menurun menjadi 3,18 kali dalam sehari.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa minuman jahe hangat memberikan pengaruh terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.

Jahe efektif mengurangi morning sickness pada ibu hamil trimester pertama kehamilan dalam menurunkan mual muntah. Selain itu jahe merupakan bahan alami, aman dan mudah didapatkan. Maka diharapkan ibu hamil mengonsumsi jahe hangat saat mengalami mual muntah. (*)

——————

Tentang Penulis. Alfu Izzatil Munna adalah mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Agung, Semarang. Ia dapat dihubungi melalui email: alfuna13@gmail.com

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.