Badai Tropis Kai Tak, 20 Wilayah Ini Diterjang Cuaca Ekstrim

Gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Jepara. (Foto: Metrojateng.com)

SEMARANG – Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang menyatakan badai tropis Kai Tak yang berasal dari perairan Timur Filipina dengan kecepatan 35 knot telah berdampak pada perubahan sirkulasi siklonik di perairan selatan Jawa Timur. Sehingga, mengakibatkan area belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di wilayah JawaTengah yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Giyarto, seorang analis cuaca dari Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang mengatakan efek dari badai tropis Kai Tak telah membuat kondisi udara wilayah Jawa Tengah menjadi labil. “Akibatnya, beberapa daerah berpotensi dilanda cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat,” kata Giyarto Senin (18/12).

Cuaca ekstrem, katanya berpotensi melanda 20 daerah meliputi Sragen, Purwodadi, Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Blora, Karanganyar, Klaten, Wonogiri, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Purbalingga, Purworeto, Purworejo, Majenang, Banyumas, Purbalingga, Magelang dan Mungkid.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan potensi angin kencang dan puting beliung juga akan muncul di perairan Laut Jawa bagian tengah.Ia pun mengimbau kepada warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, banjir bandang maupun tanah longsor.

Di area daratan, ia meminta kepada otoritas transportasi perhubungan termasuk pengelola jalan raya, stasiun kereta api dan bandar udara guna mewaspadai kilat dan petir.Ia menambahkan cuaca ekstrem akibat efek badai tropis Kai Tak bakal terjadi mulai hari ini sampai 20 Desember nanti.

“Msyarakat yang beraktivitas di laut juga diimbau supaya berhati-hati terhadap perubahan cuaca akibat adanya awan cumulonimbus,” paparnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

26 + = 36

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.