Ealah, Baru Tiba di Magelang, Peserta Bela Negara Malah Disuruh Pulang

image

SOLO- Sebanyak 22 peserta dari Kota Solo, yang mengikuti program bela negara yang rencananya ditempatkan di Resimen Induk Kodam (Rindam) IV Diponegoro terpaksa kembali ke Kota Bengawan. Padahal, Rabu (21/10) pagi tadi, mereka diberangkatkan langsung oleh Komandan kodim (dandim)/0735 Solo Letkol Inf Crisbianto Arimurti.
 
Tak heran jika  22 peserta itu gigit jari, pasalnya saat diberangkatkan tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, semangat mereka tengah membara, karena didaulat menjadi bagian negara untuk mempertahankan kesatuan NKRI.
 
Namun semangat itu seolah luntur, ketika mereka tiba di Magelang. Dimana dengan alasan yang tidak pasti, mereka diminta kembali ke Solo lagi.
 
“Betul mas waktunya ditunda kami juga belum tahu kenapa ditunda,” ujar Crisbianto saat dihubungi wartawan, Rabu sore.
 
Ia menjelaskan, instruksi penundaan terkait waktu pelaksanaan dari komando atas. Selain itu, waktu pelaksanaan juga belum diketahui. Padahal menurutnya, peserta dari seluruh kota sudah hadir di Rindam.
 
Terpisah, seorang peserta bela negara Lilik Haryono (42) mengaku kecewa dengan kabar tersebut. Terlebih lagi, informasi pembatalan tersebut, ia dapatkan pada waktu tiba di lokasi pemusatan latihan.
 
“Kalau kecewa jelaslah, karena sudah pamitan dengan keluarga dan mempersiapkan barang bawaan maupun fisik. Namun kalau ini sudah seperti ini mau bagaimana lagi,” keluhnya.

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) Kodam IV Diponegoro, Letkol Inf Zainul Bahar membenarkan ihwal pembatalan program bela negara tersebut. “Ya benar ada penundaan (program bela negara di Rindam Magelang),” kata Zainul.

Pelatihan bela negara, kata Zainul, sedianya akan diisi Pandam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswadi dan Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Menhan Ryamizard Ryacudu.

Tapi dengan kondisi ini, maka semua peserta dari 35 kabupaten/kota yang diberangkatkan dari Kodim dan Koramil harus pulang ke daerahnya masing-masing. Ia pun belum bersedia menjelaskan rinci faktor pembatalan bela negara yang diusulkan Menhan Ryamizard Ryakudu tersebut. “Belum tahu sampai kapan ditunda karena saya tinggal menunggu instruksi komando saja,” urainya.

Menurutnya, program bela negara di Jawa Tengah sebelumnya diikuti 300 peserta lintas profesi di 35 kabupaten/kota. Peserta yang lolos seleksi fisik, usia dan kemampuan dasar berhak ikut bela negara. (dit/far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.