Dukung Jadi Warisan Dunia, Unesco Gelar Workshop di Kota Lama Semarang

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, Unesco telah memastikan bahwa Kota Lama Semarang masih masuk dalam salah satu list kota yang menjadi perhatian mereka untuk menjadi warisan dunia.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di Kawasan Kota Lama Semarang, Selasa (24/7). Foto: masrukhin abduh

Hal itu ditegaskan dengan digelarnya Workshop bertajuk Experience Sharing Workshop on Disaster Risk Reduction (DRR) Strategi in Three Heritage Cities in Southeast Asia and the Pacific di Oudetrap Kota Lama Semarang, Selasa (24/7).

‘’Perwakilan Unesco hari ini melaksanakan kegiatan lokakarya tentang pencerahan pengelolaan sebuah kawasan peninggalan budaya yang berlangsung di Gedung Oudetrap di Kawasan Kota Lama’’, katanya saat membuka acara itu.

Hendi, sapaannya, menyambut baik perhatian dari Unesco yang ikut mendukung proses revitalisasi Kawasan Kota Lama tersebut. Pendampingan dan masukan tentang rencana perbaikan infrastruktur Kawasan Kota Lama dinilai menjadi modal yang sangat berharga bagi Pemkot Semarang.

‘’Kita sedang berusaha keras agar Kota Lama masuk daftar sebagai warisan dunia kategori bangunan lama. Namun dari hasil revitalisasi ini, kami menegaskan yang lebih utama adalah pengembangan Kota Lama untuk kemaslahatan masyarakat,’’ ujarnya.

Sementara Direktur Kantor Unesco Jakarta, Shahbaz Khan menyampaikan, bahwa penyelenggaraan lokakarya ini bertujuan untuk memperkuat kelestarian Kota Lama Semarang sebagai kota bersejarah dari ancaman bencana.

Pihaknya juga mengatakan mengapresiasi upaya dari Pemkot Semarang yang telah melakukan revitalisasi. Sehingga Kota Lama diharapkan dapat menjadi warisan dunia untuk generasi yang akan datang.

Sedangkan Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, dosier atau dokumen-dokumen sebagai penunjang Kawasan Kota Lama menjadi salah satu warisan dunia akan dibuat pada September 2018. Paling lambat November mendatang akan dikirimkan ke Unesco di Prancis.

‘’September tahun ini draft kasar dokumen-dokumen dosier sudah akan jadi, dan paling lambat November dosier itu sudah kita kirimkan ke Unesco,’’ ucapnya.

Dosier tersebut, menurutnya akan menjadi salah satu penilaian dari Unesco untuk menentukan apakah Kota Lama layak menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Ita, sapaan akrabnya, optimistis Kota Lama dapat menjadi warisan dunia. Apalagi, tahun ini ada bantuan perbaikan infrastruktur Kota Lama dari Kementerian PUPR. Sedangkan untuk mengatasi banjir dan rob selain sedang dibuat ducting dan perbaikan jalan, juga sedang dibangun rumah pompa.

‘’Tahun ini sedang membangun polder di Taman Bubakan. Nantinya tidak hanya polder, tapi di lokasi yang sama juga akan dibuat ruang terbuka hijau’’, tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.