Duh…Transaksi Bandar Narkoba Tembus Rp 300 Juta per Hari

Tidak ada satu pun daerah atau wilayah yang berani menyatakan bebas narkoba, termasuk Kota Solo.

SOLO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mencatat 70 persen peredaran narkoba dikendalikan dari dalam penjara. Bahkan bisnis ilegal tersebut memiliki omzet ratusan juta rupiah per hari.

Pegiat Antinarkoba, Lany Andoko, beserta pejabat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota dan Provinsi. Foto: metrojateng.com

Kasi Pencegahan Bidang P2M BNN Jateng, Jamaludin Ma’ruf mengatakan, bahaya atas peredaran narkoba ini yaitu merusak generasi muda, merusak generasi penerus bangsa Indonesia. Bahkan banyak pengedar merupakan pemain lama yang masih aktif dalam jaringan narkoba. 

“Kami pernah menghitung transaksi di rekening salah seorang terpidana kasus narkoba bisa mencapai Rp 300 juta per hari, bayangkan,” kata dia saat menjadi pembicara Seminar “Peran Serta Pegiat Antinarkoba dalam Pencegahan Narkoba” di Balai Tawangpraja, Kompleks Bali Kota Solo, Kamis (6/12/2018).

Lebih lanjut, Jamaludin mengatakan elemen masyarakat, terutama orang tua harus waspada terhadap peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan. Mengingat sejumlah kasus narkoba ternyata telah melibatkan anak-anak.

“Tidak ada satu pun daerah atau wilayah yang berani menyatakan bebas narkoba, termasuk Kota Solo. Yang disasar sekarang tidak pandang bulu, anak-anak pun diincar agar menjadi pecandu narkoba,” pungkasnya.

Seminar tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi maupun pegiat antinarkoba, di antaranya komunitas kampung anti narkoba di Kampung Gajahan, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Mitra Alam, Pagar Nusa,  Satnarkoba Polres Surakarta, Kodim Surakarta. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.