Duh, Selama Dua Bulan Ditetapkan 80 Tersangka Narkoba

Ironisnya, ada tujuh kasus dengan tujuh tersangka berstatus mahasiswa dan pelajar.

 

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji menunjukkan barang bukti sabu-sabu hasil ungkap kasus di Semarang Tengah, Agustus 2018. Sejumlah tahanan narkoba Polrestabes Semarang tepergok pesta sabu saat hendak dilimpahkan ke kejaksaan, Kamis (22/11/2018).
Foto: metrojateng.com/efendi

 

SEMARANG – Peredaran kasus narkoba di wilayah Kota Semarang dari tahun ke tahun masih tinggi. Selama dua bulan terakhir, Satresnarkoba Polrestabes Semarang sudah mengungkap 60 kasus dengan total 80 tersangka. Tersangka yang ditangkap terkait kasus narkoba juga sudah merambah kalangan terpelajar, seperti mahasiswa dan pelajar SMA.

“Peredaran narkoba di wilayah Kota Semarang tidak menurun tetapi meningkat, sudah merambah kalangan dengan status mahasiswa dan pelajar,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi, Rabu (13/3/2019).

Berdasarkan data di Satresnarkoba Polrestabes Semarang, pada bulan Januari sampai Februari 2019 terdapat 60 kasus dengan 80 tersangka. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yakni 47 kasus dengan total 56 tersangka.

Sementara dari 60 kasus yang terungkap dalam dua bulan terakhir terdapat tujuh kasus dengan tujuh tersangka yang diketahui masih mahasiswa dan pelajar. Kasus terakhir adalah seorang mahasiswa Undip yang tertangkap mengedarkan narkoba jenis sabu pada 5 Maret 2019 lalu. Sebelum itu juga ada dua pelajar yang ditangkap terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Menurut Enriko, hal itu yang menjadi perhatian serius dan harus diantisipasi bersama. Peran dan dukungan dari orang tua, kalangan akademisi, dan lingkungan sangat diperlukan untuk antisipasi usia muda agar tidak terpapar narkoba.

“Tahun 2019 ini sudah ada tujuh kasus dengan tujuh tersangka yang statusnya masih mahasiswa dan pelajar. Dukungan dari semua pihak untuk selalu menggiatkan dan mensosialisasikan bahaya dan dampak negatif narkoba terhadap generasi muda,” terang Enriko.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo, menambahkan, terkait barang bukti yang diungkap dari 60 kasus tersebut masih didominasi oleh narkoba jenis sabu. Tercatat 106,206 gram sabu telah disita selama Januari sampai Februari 2019. Sedangkan tahun 2018 hanya 56,418 gram dalam periode yang sama.

“Sabu masih mendominasi. Barang bukti lain ada seperti ekstasi dan obat daftar G jumlahnya masih jauh di bawah yakni 18 butir Riklona dan 441 butir obat daftar G,” katanya. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.