Duh, Pendaftar Pengawas TPS Banyak yang Gaptek

Bawaslu Kesulitan Rekrut Pengawas TPS

Pelamar dinyatakan gagal karena tak memenuhi syarat.

Ilustrasi. Foto: metrojateng.com

 

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Kota Semarang menyatakan masih kesulitan melakukan rekrutmen untuk posisi pengawas TPS. Pasalnya, banyak pelamar yang dinyatakan gagal memenuhi syarat lantaran usianya yang terlampau tua, serta tidak bisa mengoperasikan komputer alias gagap teknologi (gaptek).

“Dari kebutuhan kita sekitar 4.534 orang lebih untuk dijadikan Pengawas TPS. Sekarang masih kekurangan 409 orang. Sulit memang melakukan perekrutan untuk bidang tersebut, karena syarat yang diterapkan sesuai aturan sangat ketat,” kata Muhammad Amin, Ketua Bawaslu Kota Semarang, kepada metrojateng.com, Rabu (6/3/2019).

Aturan yang dimaksud Amin yaitu mengacu Surat Keputusan Bawaslu RI Nomor:0027/K.Bawaslu/HL.01.001/I/2019 tentang pedoman teknis pelaksanaan pembentukan pengawas TPS.

Dalam aturan itu, syarat yang diterapkan mulai berusia minimal 25 tahun, setia kepada NKRI dan Pancasila, bersedia keluar dari jabatan pemerintahan atau parpol jika terpilih menjadi pengawas TPS, berpendidikan paling rendah SMA sederajat, sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba hingga punya kemampuan melakukan pengawasan penyelenggaraan kepartaian dan pemilu.

Selain itu, menurut Amin pelamar untuk posisi Pengawas TPS juga wajib memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

Untuk syarat yang satu ini, katanya menjadi hal mutlak mengingat sistem pelaporan pengawasan di tiap TPS tahun ini mulai diterapkan menggunakan aplikasi komputer.

“Jadi yang kami cari yang muda, paham aplikasi komputer. Itu jadi nilai tambah. Karena semua data perolehan suara sekarang diunggah dari komputer agar KPU RI dapat laporan cepat dan akurat,” ujar Amin.

Amin menambahkan, perekrutan pengawas TPS akan ditutup 7 Maret besok. Saat ini masih banyak kecamatan yang kekurangan tenaga pengawas TPS. Antara lain di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Utara, Gajahmungkur, Pedurungan dan Tembalang.

Jika nantinya kebutuhan pengawas TPS tidak bisa mencukupi, Amin mengaku akan menggunakan tenaga dari staf-staf Bawaslu Kota Semarang untuk melakukan supervisi ke tempat-tempat pemungutan suara yang tidak punya tenaga pengawas.

“Mau enggak mau, ya kami nanti mengerahkan supervisi dari tim Bawaslu untuk mengawasi TPS-TPS untuk menghindari kecurangan saat coblosan,” bebernya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.