Duh, Banyak Ibu Rumah Tangga di Jepara Idap HIV/AIDS

 
JEPARA – Virus mematikan HIV/AIDS kini tak hanya rawan diidap oleh pekerja seks komersial (PSK) atau para lelaki hidung belang yang gemar bergonta-ganti pasangan. Di Kabupaten Jepara, beberapa kasus HIV/AIDS juga terjadi pada ibu rumah tangga (IRT). Umumnya karena ditularkan dari suami yang lebih dulu mengidap penyakit mematikan tersebut.
 
Kordinator LSM SSR NU Jateng Fatayat 2 Kabupaten Jepara, Susanti, menyampaikan, hingga caturwulan pertama 2015, jumlah kasus HIV/AIDS terus meningkat signifikan. Dari tahun 1997 sampai Desember 2014 secara kumulatif jumlah kasus HIV/AIDS dilaporkan sebanyak 500 kasus.

“Selama 2014 berdasarkan hasil orang yang dirujuk untuk tes HIV/VCT (Voluntary Counseling and Testing), ditemukan 83 kasus baru pengidap HIV/AIDS di Jepara. Jumlahnya tentu bisa lebih banyak, karena yang belum terdeteksi juga banyak,” ujar Susanti, Jum’at (17/4).
 
Berdasarkan data 2014, Susanti menguraikan, pengidap HIV/AIDS di Jepara justru didominasi ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 36 kasus. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada pengidap dari kalangan PSK yang hanya diperoleh 4 kasus. Sementara dari kalangan buruh dan wiraswasta atau pegawai, yang masing-masing hanya ditemukan 15 dan 17 kasus.
 
“Pengidap HIV/AIDS dari kalangan ibu rumah tangga tersebut kebanyakan dikarenakan tertular oleh suami yang bekerja sebagai sopir yang bertugas hingga luar kota,” kata Susanti di hadapan unsur Anshor dan Fatayat NU se-Kabupaten Jepara.
 
Untuk itu, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dalam realitasnya tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan individu pada kelompok populasi. Baik di kalangan PSK, Waria, lelaki suka lelaki (LSL), dan kelompok rawan semata. (MJ-17)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

79 + = 82

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.