Dugderan, Saatnya Berburu Saweran di Arena “Tong Setan”

Uang saweran dari para penonton biasanya dibagi rata dengan para pemain tong setan lainnya.

SOLIKIN berulang kali bergidik. Pandangan matanya tak bisa lepas dari lubang berdiameter raksasa yang ada di dalam arena tong setan. Nyala knalpot yang meraung-raung benar-benar memekakkan telinganya.

Arena tong setan menjadi daya tarik pangunjung dugderan Semarang. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

“Ini saya sama anak penasaran lihat tong setan seperti apa. Rasanya miris sekali pas lihat motornya berputar-putar tinggi banget,” kata pria berperawakan sedang tersebut kepada metrojateng.com, Sabtu (4/5/2019).

Atraksi Toni Stand atau biasa disebut tong setan yang ada di pagelaran Dugderan Jalan Kauman, Semarang tersebut, menampilkan dua orang beraksi naik motor RX King. Mula-mula suara knalpot yang meraung-raung dari bawah disambut riuh oleh para penonton.

Gigi motor dimasukkan. Gas digeber. Sejurus kemudian dua pengendara motor meliuk-liuk memutari arena tong setan. Cukup lama mereka beraksi. Lembaran uang berwarna hijau, biru, cokelat mereka raih dari tangan-tangan penonton.

Makin lama, semakin banyak penonton yang nyawer. Uang saweran dari para penonton biasanya dibagi rata dengan para pemain tong setan lainnya.

“Sekali muter, jumlah saweran yang didapat sangat bervariasi. Setiap pemain beda-beda dapatnya. Karena kan tergantung karakter penontonnya, ada yang hobi nyawer, ada yang enggak,” ungkap Arif Budiono, seorang pemain tong setan, saat ditemui usai atraksi.

Arif bilang baru lima bulan menggeluti atraksi tong setan. Awalnya ia merasakan pusing luar biasa tatkala harus berputar-putar di dalam arena.

Namun nyalinya tak pantang surut. Justru lama-kelamaan andrenalinnya semakin terpacu. Ia merasa tong setan mampu menyalurkan hobinya yang suka akan tantangan yang ekstrem.

“Awal-awal sih pusing, Mas. Ini juga baru jalan lima bulan. Tapi karena saya suka sama yang berbau ekstrem dan menantang, ya saya lama-lama terbiasa main tong setan,” akunya.

Konsentrasi Tinggi

Sedangkan Ismail, pemain tong setan lainnya, menekankan jika atraksi tersebut tak bisa dilakukan sembarang orang. Konsentrasi dan keseimbangan yang tinggi diperlukan agar tidak tidak gampang jatuh saat meliuk-liuk. Durasi permainan pun tergantung antusiasme penonton.

Permainan tong setan menuntut konsentrasi tinggi dari para pemainnya. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

“Aturan mainnya harus cepat. Keseimbangan harus dijaga dengan baik. Yang penting harus bisa hilangin pusing kepala,” kata Ismail.

“Paling lama lima menit,” sahut Arif lagi.

Ia mengaku acara Dugderan yang menyambut Ramadan ini mampu menambah pundi-pundi rupiah bagi dirinya. Mereka beraksi mulai pagi sampai pukul 23.00 WIB malam. Animo penonton paling ramai saat memasuki tengah malam.

“Bayarannya rata-rata per malam. Dapat uangnya lumayan kalau pas Dugderan. Soalnya acaranya selama seminggu,” katanya.

Selain Semarang, Arif dan rombongannya juga kerap ngider di pergelaran pasar malam yang ada di setiap daerah. Mulai Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Tegal sampai sekatenan di Solo dan Yogyakarta pernah ia jelajahi.

“Dari awalnya nekat karena butuh uang buat biaya hidup, saya sekarang semakin keranjingan main tong setan,” terangnya. (fariz fardianto)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.