Dugaan Pungli di Pasar Johar, Satgas Pungli: Masih Kami Selidiki

Uang Keamanan Kendaraan

Uang keamanan yang ditarik tersebut beragam dengan kisaran Rp 3000 dan Rp 5000. Pungutan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap mobil atau truk distributor tetapi juga terhadap kendaraan pembeli

SEMARANG – Satgas Pungli Kota Semarang menyelidiki dugaan pungli di kawasan relokasi Pasar Johar Semarang. Penyelidikan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat. Pungli tersebut diduga berupa penarikan uang retribusi atau uang keamanan terhadap mobil atau truk yang masuk ke areal pasar.

Ilustrasi

“Sudah ada laporannya, kamu masih selidiki. Kami utamakan sudah petakan seperti apa pola punglinya,” kata Ketua Satgas Pungli Kota Semarang, AKBP Enrico Silalahi, Senin (25/2/2019). Terkait praktik pungli di Pasar Johar tersebut, Enrico menyebut sudah mengarah terhadap identitas tertentu. Meski demikian pihaknya belum dapat membeberkan secara detail.

“Kami sudah pegang identitas oknum yang pungli. Tunggu saja dalam waktu dekat akan kami ungkap. Kami sudah tegaskan tidak akan main-main terhadap praktik pungli di Kota Semarang,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, pungli di Pasar Johar tersebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, sejak akhir tahun 2018 lalu. Bentuknya berupa penarikan uang keamanan terhadap mobil atau truk yang masuk ke dalam areal pasar. Uang keamanan yang ditarik tersebut beragam dengan kisaran Rp 3000 dan Rp 5000. Pungutan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap mobil atau truk distributor tetapi juga terhadap kendaraan pembeli.

“Sudah berbulan-bulan. Sudah dilaporkan juga tetapi masih jalan terus. Ini berdampak pada omzet pedagang. Kemarin ada distributor yang komplain karena uang keamanan ini sebelumnya tidak ada,” ujar salah seorang pedagang berinisial Pr.

Menurut pedagang sayur tersebut, sudah ada upaya agar pungli tersebut berhenti. Di antaranya adalah melapor kepada PPJP Rayon Pasar Johar tetapi pihak PPJP menyebut kalau itu adalah pungutan resmi. Sementara selama ini tidak ada komunikasi dengan pedagang terkait adanya iuran tambahan tersebut.

“Dari awal tidak ada kesepakatan dari pedagang. Langsung jalan saja tanpa ada kesepakatan. Dulu waktu awal jalan sudah dilaporkan ke Polrestabes Semarang tetapi masih jalan sosial sekarang. Sudah lapor ke SMS Walikota juga,” ujarnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.