Dugaan Kecurangan Pilkades Merebak di Sukoharjo

Sebanyak 362 Cakades berebut untuk mendulang suara terbanyak di 125 desa.

SUKOHARJO – Dugaan kecurangan merebak dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sukoharjo. Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah hingga praktik money politic mewarnai pemilihan yang berlangsung di 125 desa tersebut.

Pelaksanaan Pilkades serentak di Sukoharjo, Selasa (11/12/2018). Foto: metrojateng.com

Pilkades di Sukoharjo digelar serentak pada Selasa (11/12/2018). Di Desa Polokarto Panwas setempat menerima laporan dugaan money politic yang dilakukan salah calon berinisial SH. Panitia juga mengamankan uang sebesar Rp 1.450.000.

“Iya benar ada laporan dari warga soal kasus itu, dan kita langsung menelusuri ke rumah yang bersangkutan dan mereka mengakui,” terang Ketua Panwas Polokarto, Tarwo.

Di Desa Celep Kecamatan Nguter, warga memertanyakan validitas DPT.  “Kemarin sudah terpasang Daftar Pemilih Sementara (DPS) selang beberapa hari menjadi DPT, tapi kenapa masih ada beberapa orang yang tidak valid, orang yang sudah meninggal masih tercantum dan yang sudah merantau juga,” terang Agus Suroto, warga setempat.

Ketua Panwas Desa Celep Suwarno, pihaknya telah melakukan beberapa tahapan yang sesuai dengan prosedur. “Kami mendapatkan data dari KPU waktu Pemilihan Gubernur, dan itu kami jadikan DPS lalu tanggal 3 Desember ini kemarin kita kaji hingga menjadi DPT,” papar Suwarno.

Diakui Suwarno, pihaknya sudah menyaring DPS menjadi DPT dengan rasio keakuratan 95%. Dimana panitia telah menghilangkan nama-nama yang sudah meninggal dan menambahkan data pemilih baru.

“Para perantau belum ada laporan pindah domisili jadi nama mereka masih muncul di DPT Desa Celep,” terangnya.

Sementara, oknum panitia pemungutan suara di TPS 01 Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, TR (50) kedapatan mencoblos sebanyak dua kali. Dia diketahui juga mencoblos untuk adiknya yang mengalami cacat mental.

Bupati Wardoyo Wijaya bersama jajaran Muspida memantau jalannya Pilkades serentak di Sukoharjo, Selasa (11/12/2018). Foto: metrojateng.com

Di Dukuh Bembem Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, didapati ada anak di bawah umur yang tercantum dalam DPT. “Di dalam DPT, nama memang ada sehingga dia mendapat undangan, dan data DPS yang diambil dalam menyusun DPT menggunakan data dari KPU untuk pemilu 2019,” kata Topik, Ketua Panwas Pilkades Gentan.

Diakui Topik, masalah ini murni kesalahan dari pihak panitia sehingga tidak ada unsur kesengajaan. “Surat undangan sudah kita amankan, dan yang bersangkutan tidak jadi mencoblos,” tandasnya.

Pilkades serentak yang berlangsung di Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di 125 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Sebanyak 362 Cakades berebut untuk mendulang suara terbanyak.

“Harapan saya, pendukung tidak perlu terpecah belah, semua harus bersatu padu karena semua teman, harus saling menghormati tidak usah saling menjelekkan,” kata Bupati Wardoyo Wijaya usai meninjau sejumlah TPS bersama Muspida Sukoharjo. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.