Dua Rumah di Puri Anjasmoro Digerebek, Diduga Produksi Obat Ilegal

Warga sekitar mengira rumah tersebut digunakan untuk usaha percetakan.

SEMARANG – Dua rumah di daerah Puri Anjasmoro, Semarang Barat, digrebek oleh polisi. Penggerebekan dilakukan pada Senin (8/7/2019) sore dan Selasa (9/7/2019). Dua rumah tersebut diduga memproduksi obat ilegal.

Rumah di Perumahan Puri Anjasmoro Blok H5 nomor 12A Semarang yang digrebek terkait kasus obat ilegal dalam keadaan sepi dan dipasangi garis polisi. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Informasi yang diperoleh metrojateng.com, penggerebekan dilakukan oleh petugas Bareskrim Polri. Satu rumah di Perumahan Puri Anjasmoro Blok H5 nomor 12A RT 02 RW 07, Kelurahan Tawangsari Kecamatan Semarang Barat, diduga digunakan sebagai gudang sementara.

Satu rumah lagi di Perumahan Puri Anjasmoro Blok O2 nomor 10, RT 03 RW 08, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat, diduga digunakan sebagai tempat produksi. Saat metrojateng.com mendatangi lokasi, dua rumah tersebut sudah dalam keadaan sepi dan dipasangi garis polisi.

Menurut keterangan petugas keamanan Blok H, Kasmadi (74), rumah di Blok H selama dua hari terakhir didatangi oleh polisi. Sepengetahuannya, polisi yang datang dan menggerebek rumah tersebut berasal dari Bareskrim Polri. Sementara warga sekitar mengira rumah tersebut digunakan untuk usaha percetakan.

“Sudah dua tahunan warga tahunya rumah itu untuk percetakan. Tapi dua hari terakhir didatangi polisi dan ternyata ada penggerebekan. Dengar-dengar di sini tempat produksi obat ilegal, obat murah diganti label yang mahal, pemalsuan,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (9/7/2019).

Kasmadi menjelaskan ada sekitar sepuluh karyawan yang bekerja di rumah tersebut. Warga sekitar juga tidak melihat gelagat mencurigakan terkait aktivitas di rumah itu, begitu halnya dengan rumah di Blok O2. Namun selama ini para pekerja termasuk pemilik rumah jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Informasi lain yang diperoleh dari salah seorang warga yang tinggal di sekitar rumah Blok O2 nomor 10 menyebutkan pemilik rumah tersebut tidak pernah terlihat. Warga sekitar juga baru melihat pemilik rumah saat dibawa oleh polisi dalam penggerebekan tersebut.

“Saya baru lihat pemiliknya saat diminta polisi menyaksikan penggerebekan dan penyitaan. Belum lama ini warga juga banyak yang membicarakan, takutnya teroris atau narkoba karena orangnya yang jarang bersosialisasi dengan warga. Ternyata hari ini digerebek polisi karena obat ilegal. Di dalam rumah banyak mesin cetak dan bermacam-macam bentuk obat,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penggerebekan tersebut. Adapun dalam penggerebekan dua rumah tersebut juga disaksikan oleh petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang.

“Benar, ada penggerebekan. Cuma kasusnya ditangani oleh Bareskrim Polri. Kami cuma mendampingi untuk menangani barang bukti. Tunggu saja, pasti tidak lama lagi ada pers rilisnya,” kata seorang penyidik BBPOM Semarang, Prihandriyo. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.