Dua Pria ini Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Mobil Milik 20 Korban

Modusnya adalah menyewa mobil dan menjual atau menggadaikan mobil tersebut di tempat lain.

SEMARANG – Polsek Genuk Polrestabes Semarang mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil dengan korban sekitar 20 orang. Tersangka yang ditangkap berjumlah dua orang, yakni Slamet Bagus Setiawan (21), warga Tegalsari, Kecamatan Candisari, dan Stefanus Purnomo (32), warga Gayamsari. Modusnya adalah menyewa mobil dan menjual atau menggadaikan mobil tersebut di tempat lain.
Dua tersangka penipuan dan penggelapan mobil saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin di depan barang bukti. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

“Ada dua tersangka yang diamankan terkait kasus penipuan dan penggelapan mobil. Kami amankan tiga hari lalu atau tanggal 13 Mei 2019. Barang bukti yang disita sampai saat ini baru delapan unit mobil tetapi tersangka ini sudah beraksi puluhan kali. Kurang lebih 20 korban yang melapor dan mengadu ke kami,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat memberikan keterangan di Mapolsek Genuk, Kamis (16/5/2019).

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Zaenul, kedua tersangka yang merupakan sindikat ini mempunyai peran masing-masing. Satu tersangka bernama Bagus bertugas menyewa mobil. Setelah itu diserahkan kepada Stefanus untuk kemudian dijual atau digadaikan ke orang lain.

“Garis besar modusnya seperti itu hampir di semua tempat penyewaan mobil atau korban. Hasilnya kemudian dibagi dua,” ungkapnya.

Zaenul menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan Mustaqim, warga Bangetayu Wetan, yang merasa ditipu oleh tersangka Stefanus. Sebelumnya Stefanus menjaminkan satu unit mobil Innova Rebon saat meminjam uang kepada Mustaqim pada tanggal 24 April 2019. Empat hari setelah itu mobil Innova Rebon diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai pemiliknya. Mustaqim kemudian memberi tahu Stefanus dan selanjutnya diganti dengan dua unit mobil lainnya.

Tidak lama setelah itu tersangka Stefanus kembali menukar mobil yang dijaminkan dengan mobil lainnya. Hingga puncaknya pada tanggal 11 Mei 2019 datang seseorang menemui Mustaqim dan mengakui mobil yang dijaminkan itu mobil miliknya yang dipinjam oleh rekan Stefanus (Bagus).

“Dari laporan itu langsung kami tindaklanjuti dan berhasil mengamankan tersangka di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Untuk delapan barang bukti ini ada yang digadaikan di daerah Genuk, ada juga yang di daerah Ungaran,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Bagus mengaku sudah menjalankan aksinya sejak Januari 2019. Selama aksinya ia melakukan tambal sulam yakni pinjam, gadai, dan tebus. Rata-rata mobil digadaikan senilai Rp 20 juta sampai Rp 25 juta, tetapi ada juga yang mencapai Rp 30 juta dan Rp 50 juta.

“Uangnya dibagi dua. Lainnya dibuat operasional atau menyewa mobil untuk digadaikan dan mengambil mobil yang digadai. Sisanya dibuat foya-foya di Bandungan. Sudah sejak bulan Januari,” ujarnya pria yang bekerja sebagai driver freelance tersebut.

Terkait kasus tersebut, kedua tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

“Ada kemungkinan masih ada barang bukti lain, sudah ada beberapa yang terdeteksi. Kami juga mengimbau kepada para pengusaha rental agar lebih waspada terkait penipuan dan penggelapan mobil, khususnya mendekati lebaran,” tambah Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.