Dua Pengedar Narkoba Ditangkap di Semarang

Tanam Pohon Ganja di Kamar Kos

Pohon ganja tersebut ditanam sendiri dari biji ganja kering yang dipesan secara online melalui Line.

SEMARANG –  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang menangkap dua orang pengedar narkoba. Polisi menyita berbagai barang bukti narkoba dari kedua tersangka. Di antaranya 35 gram sabu hingga pohon ganja yang ditanam dalam kamar salah seorang tersangka.

Tersangka Yanuar dan Angger, dua orang pengedar narkoba, saat berada di Mapolrestabes Semarang. Polisi menyita berbagai jenis narkoba seperti sabu, pohon ganja, ekstasi, hingga tembakau gorila. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Kedua tersangka diketahui bernama Yanuar Wisnu Adi Nugroho alias Inu (26) warga Jalan Kelud Selatan, Petompon, Gajahmungkur, dan Angger Danu Pratama (29) warga Jalan Puspowarno, Semarang Barat. Keduanya ditangkap di tempat berbeda pada hari Jumat (19/7/2019).

Penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan polisi yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresnarkoba Polrestabes Semarang Eni Suparti terkait informasi adanya pengedar narkoba yang beraksi di Kota Semarang.

“Informasi awal kami terima pada tanggal 14 Juli 2019. Setelah diselidiki kami berhasil menangkap tersangka Yanuar di rumahnya pada tanggal 19 Juli 2019. Saat kami geledah ditemukan barang bukti 30 gram sabu, 4 butir ekstasi, dan perlengkapan seperti plastik klip dan timbangan digital,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Bambang Yugo, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (22/7/2019).

Hasil pengembangan tersangka Yanuar, polisi berhasil menangkap tersangka Angger di tempat kosnya Jalan Potrosari, Srondol Kulon, Banyumanik, sekitar pukul 13.30. Penggeledahan di tempat kos tersebut ditemukan barang bukti berupa 5 gram sabu yang terbagi dalam 10 paket, 3 batang pohon ganja, 10 gram tembakau gorila, dan 660 butir tablet warna kuning.

“Di dalam kamar kos itu kami temukan paket sabu, puluhan linting tembakau gorila, hexymer, dan yang mengangetkan adalah penemuan pohon ganja berumur 1 bulan yang ditanam di pot bunga,” jelasnya.

Tersangka Angger mengaku pohon ganja tersebut ditanam sendiri dari biji ganja kering yang dipesan secara online melalui Line. Paket itu dikirim langsung ke rumah melalui jasa ekspedisi. Untuk menyamarkan, dalam dokumen pengiriman tertulis aksesoris.

“Coba-coba tanam sendiri dari sisa biji, ini belum dipanen. Kalau tembakau gorila juga beli lewat online. Pasarkannya juga online, lewat WA. Satu linting Rp 40 ribu. Sasaran pembelinya mahasiswa di Kota Semarang,” ujarnya.

Praktik tersebut sudah dilakukan selama empat bulan terakhir. Selain menjual ganja dan tembakau gorila, Angger juga menjual sabu dan hexymer. Sabu tersebut didapat dari teman dekatnya bernama Yanuar.

“Sabu jualnya diecer satu paketnya Rp 500 ribu dan bisa konsumsi sendiri,” pungkasnya.

Terkait kasus tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dan Pasal 197 Subsider Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati dan atau penjara seumur hidup. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.