Dua Pengawas TPS Meninggal, 91 Petugas Dirawat di Rumah Sakit

Tercatat 93 pengawas TPS di Jawa Tengah mengalami musibah dan dirawat di rumah sakit. Dua di antaranya meninggal.

SEMARANG – Jumlah Petugas Pengawas TPS yang bertumbangan usai pelaksanaan Pemilu 2019, terus meningkat. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mencatat para petugas pengawas yang mengalami musibah selama masa coblosan kini mencapai 93 orang. Dua di antaranya dilaporkan meninggal.

 

Salah seorang Pengawas TPS yang dilarikan ke rumah sakit akibat terlibat kecelakaan usai mengawal jalannya Pemilu di Jawa Tengah. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

Koordinator Divisi SDM Bawaslu Jawa Tengah Sri Sumanta, mengatakan dua orang pengawas yang meninggal atas nama Muchtarom dan Suroso.

“Muchtarom terdaftar sebagai petugas pengawas TPS 8 Desa Kalisemo Kecamatan Loano, Purworejo. Sedangkan Suroso sebagai pengawas Pemilu tingkat desa asal Desa Wironangan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo,” kata Sumanta kepada metrojateng.com, Senin (22/4/2019).

Sumanta menjelaskan banyak musibah yang dialami para petugas saat menjalankan tugasnya sebagai pengawas TPS di tiap daerah. Ada 17 PTPS yang terpaksa dirawat inap di rumah sakit akibat sakit.

Kemudian ada pula 49 PTPS yang hanya menjalani rawat jalan setelah sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit terdekat.

Selain itu, ada dua orang yang mengalami kecelakaan dan harus dirawat jalan serta 23 orang lainnya harus diopname di rumah sakit lantaran kecelakaan saat mengawal logistik Pemilu.

“Jajaran pengawas yang mengalami musibah didominasi Pengawas TPS sebanyak 47 orang, pengawas tingkat kelurahan atau desa 26 orang, staf ada 13 orang dan Panwascam ada 7 orang,” kata Sumanta lagi.

Tak hanya itu saja, lanjutnya, terdapat pula Pengawas Pemilu yang pingsan karena kecapekan saat menjalankan tugas TPS dari pagi hingga pagi hari lagi. Ada juga yang mengalami kecelakaan pada saat berangkat maupun pulang pengawasan. Bahkan, ada juga jajaran pengawas di Jawa Tengah yang tertabrak mobil.

Sumanta menyatakan terdapat pengawas yang terjatuh dari motor saat pulang dari TPS. Tragisnya lagi, pihaknya menemukan petugas TPS yang mengalami keguguran kandungan usai mengawasi jalannya Pemilu. Diduga, petugas tersebut kelelahan.

“Hingga kini, jajaran pengawas itu ada yang sudah pulih tapi ada pula yang masih dalam proses penyembuhan di rumah sakit,” tutur Sumanta.

Ia pun menyampaikan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami para petugas di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa tersebut.

“Bawaslu juga mengapresiasi setinggi-tingginya atas kerja-kerja yang dilakukan jajaran pengawas Pemilu. Semua tugas, fungsi dan wewenang sudah dilakukan secara maksimal oleh pengawas Pemilu. itu semua demi menjaga suara pemilih agar Pemilu benar-benar bisa berjalan fair, jujur dan adil,” pungkasnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.