Dua Napiter Lapas Magelang Tolak Nyoblos Pilgub Jateng

MAGELANG – Dua orang warga binaan (napi) teroris yang menghuni Lapas kelas 2A Kota Magelang, enggan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, yang berlangsung pada Rabu (27/6).

Suasana pencoblosan di TPS 15 Kelurahan Cacaban yang berada di dalam Lapas Kelas 2A Kota Magelang. Foto: ch kurniawati

Menurut Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 15 kelurahan Cacaban Kota Magelang, Yudi Winardi, kedua napi itu tidak pernah kooperatif. “Keduanya tidak mengakui NKRI, karena dalam keseharian mereka tidak kooperatif, tidak mau salat berjamaah, tidak mau ikut upacara dan sebagainya,” kata Yudi di sela-sela pencoblosan di dalam lapas.

Di sisi lain, tingkat partisipasi warga binaan untuk menggunakan hak pilihnya sangat tinggi. Yudi menyebutkan, pada pukul 10.30, jumlah pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya mencapai 300 orang. Sedangkan total jumlah warga binaan yang punya hak pilih sebanyak 508 orang.

Ia menambahkan, semula jumlah DPT sebanyak 376 terdiri dari 364 lak-laki dan 12 perempuan. Kemudian mendapat DPT tambahan sebanyak 90 orang. “DPT tambahan merupakan warga binaan pindahan dari Pekalongan,” terangnya.

Sebelum pelaksanaan pilkada, kata Yudi, ada tambahan pemilih lagi yang menggunakan surat keterangan sebanyak 42 orang. Jadi total warga binaan yang memiliki hak pilih sebanyak 489 untuk laki-laki dan 19 orang perempuan. Mereka melaksanakan pencoblosan di TPS 15 cacaban yang ada di dalam lapas.

Dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakilnya, para napi binaan mendapat keringanan untuk menyaksikan jalannya pesta demokrasi ini. Pukul 13.00  sampai 15.00 yang biasanya harus masuk sel, namun hari ini mereka bebas menyaksikan penghitungan suara.

Seno Wicaksono (22), salah satu napi kasus narkoba, mengaku senang bisa menyalurkan hak politiknya sebagai warga negara Indonesia meskipun sedang menjalani hukuman di Lapas. “Saya sebelum menyoblos, membaca dulu visi visi mereka. Karena sebelumnya, juga tidak begitu paham ketokohan para calon,” katanya.(MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

81 − 76 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.