“Dua Musim”, Suguhkan Folk Blues dan Kultur Indonesia

Album Debut Gendhit and Friends

“Dua Musim” merupakan proses pembelajaran panjang musikal sekaligus perwujudan dari dokumentasi karya dari beberapa peristiwa yang terjadi di dunia.

PURWOKERTO – Musisi blues asal Purwokerto, Gendhit and Friends merilis album perdana bertajuk “Dua Musim” yang terdiri dari delapan lagu dalam bentuk kepingan CD pada 10 November 2018. Musik yang dihadirkan dalam album ini dominan dengan folk blues spirit serta sisipan warna kultur Indonesia.

View this post on Instagram

Di bentuk oleh Gendhit di tahun 2013, pada awalnya group ini hanya sebagai media "Blues Jamming" bagi siapa saja yang ingin melatih dan belajar bersama dalam menggali kemampuan musical dengan basic blues sebagai pondasinya. Selain Gendhit sebagai gitaris dan vokal,para personilnyapun selalu berganti-ganti pada posisi bass dan drum, terkadang ditambahkan pula seorang gitaris lagi. Ditahun 2013 pula Gendhit & Friends mulai aktif meramaikan dinamika musik Banyumas Purwokerto dan sekitarnya hingga sekarang. Adanya keinginan mengeksplorasi spirit delta blues dan folk music kedalam penciptaan karya musik, di tahun 2016 sampai sekarang Gendhit mulai berproses menciptakan karya-karya komposisi musiknya baik dalam format solo maupun band. Didukung musisi-musisi yang gemar berkarya dibidangnya yaitu Kartiko Eko Novandra dan Rizky Ramadhan, ide, konsep serta aransement musik diolah dan dikerjakan bersama sebagai media pencarian untuk menemukan "sesuatu" didalamnya. GENDHIT & FRIENDS Gendhit : Vokal, gitar Kartiko Eko Novandra : Backing Vokal, Bass Rizky Ramadhan : Drum & percusion 📷 @adestia_ap #albumduamusim #gendhitandfriends #music #bluesfolk #banyumas #java #indonesia

A post shared by GendhitAndFriends (@gendhitandfriends) on

Gitaris sekaligus vokalis, Gendhit, lewat media rilis yang diterima metrojateng.com memaparkan, album “Dua Musim” merupakan proses pembelajaran panjang musikal sekaligus perwujudan dari dokumentasi karya dari beberapa peristiwa yang terjadi di dunia.

Proses penggarapan aransemen dikerjakan setelah semua materi dasar selesai dibuat oleh Gendhit. Di semua lagunya, Gendhit juga mengolah pola permainan menggunakan gitar dengan stem open G dan Open A.

“Dari aransemen dasar tersebut kemudian kami olah bersama Noval (bass) dan Kiki (drum) untuk kemudian berusaha mencari karakter musik Gendhit and Friends,” katanya.

Latihan dilakukan sejak 2014 hingga 2017 di sanggar Hirataka Music & Art Banyumas. Pada pertengahan Desember 2017, barulah proses rekaman dimulai dan selesai pada Januari 2018 di studio GASEBU UMP.

Untuk Mixing Mastering dikerjakan oleh Joel Tampeng untuk keseluruhan materi album ini. Karena jarak, diskusi mixing dilakukan melalui WA antara Gendhit yang tinggal di Banyumas dan Joel Tampeng yang tinggal di Yogyakarta.

Setelah memakan waktu hampir tiga bulan, yaitu dari Mei hingga Juli 2017, akhirnya mereka bisa menentukan mastering keseluruhan sound yang dicari.

 

Berikut delapan track dalam album "Dua Musim"

1. Documentary of Songs
2. Tanah Air Nusantara
3. Rembulan di balik Awan
4. Dua Musim
5. Sampai Saat Semua Berakhir 
6. Bumi Semakin Tua
7. Lembayung Jingga
8. Kampung Halaman

 

Gendhit berharap dengan hadirnya album ini bisa diterima oleh masyarakat dan memperkaya khazanah musik di Indonesia. Album ini diproduksi dalam jumlah  terbatas dan dapat dipesan melalui WhatsApp di nomor +6285747934794. (ade)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.