Dua Mahasiswa UMS Siap Taklukkan Puncak Mongolia

Ekspedisi ini mengemban misi melakukan riset menguak khazanah peradaban Islam di Mongolia

SUKOHARJO – Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) yang tergabung dalam Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (Malimpa) akan  menaklukkan puncak tertinggi di negara Mongolia, yakni Khuiten Peak.

Dua mahasiswa UMS dibekali perlengkapan untuk naik ke puncak tertinggi Mongolia. Foto: metrojateng.com

Dua mahasiswa tersebut adalah Ajeng Nurtri Hidayati dari jurusan Ilmu Komunikasi dan Iqbal Nurii Anam dari Teknik Sipil UMS. Ekspedisi mereka dinamai Malimpa UMS International Expedition (MUIE).

Kedua mahasiswa tersebut akan menjalankan misi menguak peradaban Islam Mongolia dalam usaha menaklukkan puncak tertinggi tersebut.

“Saya bersyukur. Ini kebanggaan luar biasa bagi kami untuk merealisasikan kegiatan ini,” ujar Ajeng, Selasa (11/9/2018).

Ajeng mengatakan ekspedisi ke Mongolia ini merupakan pengalaman pertama. Ia mengaku belum pernah mendaki gunung es sebelumnya. Untuk menaklukkan puncak tertinggi Mongolia, ia mengaku melakukan latihan selama beberapa bulan.

Sementara itu, salah seorang pendaki lain yang juga Ketua Malimpa UMS, Iqbal Nurii Anam juga sudah menyiapkan fisiknya. “Apalagi puncak tertinggi ini setinggi 4.374 meter dari permukaan laut, kami harus mempersiapkan diri secara maksimal,” katanya.

Iqbal mengaku memilih puncak tertinggi Mongolia, karena rute yang cukup sulit jika dibandingkan dengan puncak tertinggi yang lain. “Ada daya tarik utama terkait akses perjalanan yang sulit. Kita harus jalan kaki dan naik kuda serta unta selama beberapa hari untuk mencapai base camp pendakian,” jelas Iqbal.

Ekspedisi ini dilakukan pada 11 hingga 26 September 2018. Ekspedisi ini mengemban misi melakukan riset menguak khazanah peradaban Islam di Mongolia, yakni suku Khazak Nomad yang tinggal di kaki pegunungan Altai Tavan Bogd Mongolia.

Wakil Rektor 3 UMS, Taufik Kasturi menambahkan, ekspedisi ini adalah rangkaian hari jadi UMS ke-60. “Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Karena, lewat event ini kami juga sekaligus study banding dengan Institute of Finance and Economics, National University of Mongolia,” katanya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.