Dua Kali Mangkir Sidang, KPK Ancam Panggil Paksa Wakil Ketua DPR RI

Utut urung hadir lantaran beralasan sedang berada di luar negeri.

SEMARANG- Komisi Pemberantasan Korupsi bakal memanggil paksa Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto sebagai saksi sidang kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 22 miliar yang menjerat Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi. Utut yang dikenal sebagai master catur Indonesia itu kedapatan dua kali mangkir dalam sidang yang digelar di Tipikor Semarang itu.

Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi, usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Senin (15/10/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Hari ini, Rabu (5/12/2018), Utut kedapatan tidak hadir sebagai saksi sidang lanjutan di Tipikor. Jaksa KPK, Roy Riady mengatakan, Utut dipanggil dua kali sebagai saksi. Yang pertama dua pekan lalu dan hari ini, Utut kembali tidak hadir.

Padahal, katanya Wakil Ketua DPR RI itu sudah dijadwalkan memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara suap dan gratifikasi yang menjerat Tasdi.

Dalam dakwaan, Utut disebut menyetorkan uang Rp 150 juta kepada Tasdi. Pemberian itu diberikan melalui ajudan terdakwa, Teguh Priyono pada Maret 2018 di rumah dinas bupati.

“Saksi belum bisa kami hadirkan hari ini. Apabila tiga kali tidak datang akan dijemput paksa,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan Utut urung hadir lantaran beralasan sedang berada di luar negeri. Utut, katanya, sedang memiliki sejumlah agenda kerja di beberapa negara.

Sedangkan Ketua Majelis Hakim, Antonius Widijantono mengatakan, sidang kasus suap dan grarifikasi dengan terdakwa Tasdi kembali ditunda pada pekan depan, karena Utut tak hadir. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.