Dua Kali jadi Korban Tabrak Lari, Nekat Sekap Sopir Taksi

Perampokan Taksi Kosti

Salah satu tersangka, Loreng Dwi Prasojo (LDP) pernah ditabrak taksi biru di daerah Kecamatan Baki.

SUKOHARJO – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus percobaan perampokan Taksi Kosti, Minggu (3/2) silam. Kedua tersangka ternyata mengaku ingin balas dendam karena pernah dua kali menjadi korban tabrak lari kendaraan taksi berwarna biru.

Dua tersangka perampokan Taksi Kosti. Foto: metrojateng.com

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi memaparkan, sekitar dua minggu sebelum kejadian, salah satu tersangka, Loreng Dwi Prasojo (LDP) pernah ditabrak taksi biru di daerah Kecamatan Baki. “Dia hanya bisa mengenali taksi berwarna biru,” ucap Iwan, Senin (11/3/2019).

Beberapa hari kemudian, Loreng kembali jadi korban tabrak lari saat berboncengan dengan Zeni. Dari pengakuannya, dia juga ditabrak taksi biru.

“Berdasarkan kejadian yang dialami oleh kedua tersangka, timbul inisiatif LDP untuk melakukan aksi yang mengarah pada balas dendam,” imbuh Iwan.

BACA JUGA: Perampok Taksi Kosti Terlacak dari Sinyal Ponsel

Loreng kemudian mengajak Zeni untuk melakukan aksi penyanderaan terhadap sopir taksi berwarna biru. Mereka juga sudah menyiapkan tali rafia, cutter dan lakban.

Dari Kartasura keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder yang kemudian dititipkan di tempat parkir RS Dr Oen Solo Baru. Setelah itu mereka memesan taksi secara online.

Dikatakan kapolres, saat itu sebenarnya sudah ada delapan taksi yang datang, tapi tidak sesuai yang diincar tersangka. “Kemudian datang taksi berwarna biru yang dikemudikan korban Sumarno,” Iwan menjelaskan.

Sementara itu dari keterangan LDP, dari peristiwa tabrak lari yang pertama ia merasakan sakit pada bagian perut, lantaran terbentur stang motor miliknya. Sedangkan saat kejadian yang kedua, dimana LDP memboncengkan ZLN di daerah Konimex Grogol.

Loreng dan Zeni melakukan aksi perampokan dan penganiayaan terhadap sopir Taksi Kosti di kawasan Jalan Paris 2 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Zeni berhasil ditangkap pada Rabu (27/2) di rumahnya. Sedangkan Loreng dibekuk di rumah kakaknya yang berada di Kartasura, sehari setelahnya.(MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.