Dua Gadis di Bawah Umur jadi Korban Pencabulan

Dicekoki Miras

Ada dua kasus yang ditangani, khususnya yang menyangkut tindak perlindungan kepada anak

JEPARA – Polres Jepara berhasil mengungkap dua kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Aparat kepolisian juga telah menciduk tiga orang dan ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus tersebut.

Gelar perkara kasus pencabulan di Mapolres Jepara. Foto: metrojateng.com

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Senin (7/1/2019), saat gelar perkara menjelaskan, kasus pencabulan pertama terjadi di Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri, pada 23 Juni 2018 serta kasus kedua di Desa Datar Kecamatan Mayong pada 30 November 2018. “Ada dua kasus yang ditangani, khususnya yang menyangkut tindak perlindungan kepada anak,” kata dia.

Dijelaskan, untuk kasus pertama di Desa Jerukwangi, dilakukan oleh tersangka inisial NA (26),warga RT 01/RW 09, Desa Jerukwangi. “Sedangkan korbannya sebut saja Mawar (16),” Kata Arif. 

Dikatakan Arif, aksi pencabulan yang dilakukan NA, tidak hanya sekali namun lebih dari 20 kali. Sedangkan aksi tersebut, dilakukan di rumah tersangka saat kondisi sepi.

“Awalnya tersangka mengirim WA, yang isinya ingin bertemu dengan korban. Setelah sampai di rumah tersangka, korban dibujuk untuk melakukan persetubuhan layaknya suami istri,” kata dia.

Kasus kedua terjadi di Desa Datar Kecamatan Mayong. Kali ini, dilakukan oleh dua orang tersangka, yaitu inisial LS (23) warga RT 03/RW04 dan MA (16). Sedangkan korbannya sebut saja Melati (15).

Disampaikan modus operandi, saat Melati pergi dari rumah, dan bertemu dengan para tersangka. Kemudian, mereka berpindah-pindah tempat hingga akhirnya, korban dicekoki minuman keras oleh pelaku. Karena tidak sadarkan diri, Melati akhirnya disetubuhi secara bergantian.

“Setelah mendapatkan laporan dari pihak kepuarga, kami melakukan penahanan guna penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 81 Jo pasal 76D dan atau pasal 82 jo pasal 76E Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman 10 hingga 15 tahun penjara.

Tersangka LS mengaku, baru pertama mengenal korban, karena dimintai tolong untuk mengantar sepedanya. Kemudian, ia mengajak pesta miras hingga korban tak sadarkan diri.

“Saya kasih minum, kemudian saya suruh masuk ke kamar,” kata dia.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.