Dr Boyke: Kebanyakan Nonton Film Porno Bisa Bikin Otak Mengecil

Dr H Boyke Dian Nugroho, SpOG, MARS di seminar pendidikan seks di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Sabtu (13/6). Foto: metrojateng.com/MJ-07
Dr H Boyke Dian Nugroho, SpOG, MARS di seminar pendidikan seks di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Sabtu (13/6). Foto: metrojateng.com/MJ-07

BOYOLALI – Terlalu sering menonton video porno menimbulkan banyak dampak negatif. Pornografi dapat merusak sel otak yang menyebabkan kemampuan intelegensi terganggu dan berpengaruh pada hormon.
Hal tersebut dipaparkan Dr H Boyke Dian Nugroho, SpOG, MARS dalam seminar pendidikan seks di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Sabtu (13/6). Seminar yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-168 Kabupaten Boyolali itu, dipandu artis dan juga atlet soft ball, Donny Kesuma. Bupati Boyolali, Seno Samodro, juga menyempatkan menghadiri seminar yang mayoritas diikuti para ibu-ibu ini. Selain organisasi wanita, juga dari PNS, guru dan pelajar, khususnya perempuan di Boyolali.
“Hasil penelitian ahli bedah syaraf dari rumah sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L Hilton Jr, MD, bahwa kecanduan pornografi berefek riil pada jaringan otak,” kata Dr Boyke.
Kecanduan menonton video porno mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventrak Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil. Otak tengah ini berfungsi seperti pusat komunikasi antara bagian otak. Selain itu, pornografi dapat merusak sel otak yang menyebabkan perilaku dan kemampuan intelegensi menurun serta gangguan memori.
Ginekolog dan konsultan seks ini pun memberikan tips mengantisipasi pornografi. “Berikan pendidikan seks. Jangan sungkan bicara masalah seks dan pacaran pada anak. Hindari materi-materi pornografi berserakan di rumah dan remaja diberikan kegiatan positif. Kembangkan sikap religious di rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut Dr Boyke mengajak para wanita untuk tidak melakukan aborsi. Sebab, ada banyak resiko, dari kehilangan harga diri sampai tidak bisa menikmati kembali hubungan seksual. Boyke mengatakan, remaja di zaman modern seperti ini sangat rentan dengan seks bebas. Apalagi saat ini berkembang adanya diskotik dan pusat perbelanjaan tempat mereka bersosialisasi. “Cinta dan seks merupakan salah satu problem terbesar dari remaja dimanapun di dunia ini,” katanya.
Maka perlu pengawasan dari orang tua dan lingkungan agar anak tidak sembarang melakukan seks bebas. Sebab, resiko melakukan seks bebas. “Kehamilan remaja, pengguguran kandungan, terputusnya sekolah, perkawinan usia muda, perceraian, penyakit kelamin, penyalahgunaan obat, itu akibat buruk petualangan cinta dan seks,” terang Boyke.
Perbuatan aborsi, ada beberapa resiko mental yang dihadapi pelaku. Antara lain, kehilangan harga diri, berteriak-teriak histeris, mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi, ingin melakukan bunuh diri. Kemudian mulai mencoba menggunakan obat terlarang dan tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual. Boyke pun mengajak, untuk tidak melakukan nge-drug, seks bebas dan aborsi. “No drug, No Free Seks dan No Abortion,” tandasnya. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

82 − = 76

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.