DPU Kebut Perbaikan Jalur Alternatif di Kabupaten Tegal

DPU menargetkan, proyek perbaikan pada ruas jalur alternatif tersebut selesai H-5 Lebaran.

TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum mempercepat perbaikan jalan kabupaten, dua pekan menjelang Arus Mudik Lebaran. Demikian disampaikan Kepala DPU Kabupaten Tegal, Heri Suhartono saat menggelar jumpa pers di Studio Mini Humas Pemkab Tegal, Rabu (22/5/2019).

Para pekerja PPK 1.1 Jateng Ruas Losari-Brebes-Tegal-Pemalang melakukan perbaikan berupa penebalan jalan aspal di Jalur Pantura Desa Padaharja, Kabupaten Tegal. Foto : metrojateng.com/ adithya

Dalam kesempatan tersebut, Heri mengungkapkan, pihaknya telah mengerahkan enam tim untuk memperbaiki ruas jalan tingkat kabupaten. Dimulai dari Desa Lebakgowah ke selatan, Desa Bojong, Desa Pagerbarang, Desa Margasari, Desa Larangan dan Desa Kemantran.

Jalan kabupaten tersebut, merupakan jalur alternatif bagi pemudik yang saat ini kondisinya sudah 70 persen diperbaiki. DPU menargetkan, proyek perbaikan pada ruas jalur alternatif tersebut selesai H-5 Lebaran.

“Hari ke lima sebelum Lebaran, jalan-jalan yang semula rusak sudah kembali laik fungsi. Dimana lubangnya sudah kita tambal dan bisa dilalui dengan aman,” katanya kepada awak media.

Kendati demikian, sambung Heri, terdapat beberapa ruas jalan yang terpaksa belum bisa diperbaiki, karena keterbatasan anggaran. Dia menjelaskan, ada dua kategori jalan yang pengerjaannya harus dilakukan dengan skema proyek, yaknu kondisi jalan rusak berat dan rusak sedang.

Seperti halnya jalan Bader dan Kedungjati ke Warureja yang diusulkan pengerjaannya tahun 2020 dengan mekanisme lelang. Sementara itu, dari ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Tegal sepanjang 847,2 kilometer, Heri menuturkan kondisi jalan baik berkisar antara 62 sampai 65 persen. Sedangkan sisanya yang 35 persen bervariasi, mulai dari rusak ringan sampai berat.

“Sisanya itu masih bisa dilewati tapi perlu kewaspadaan ekstra pengendaranya dengan mengurangi kecepatan, contohnya seperti jalan Babadan ke Warureja,” tandasnya.

Ihwal kebutuhan anggaran ideal perbaikan jalan, Heri mengungkapkan, untuk mencapai target jalan mantap 2024, setiap tahunnya setidaknya Pemkab Tegal harus mengalokasikan Rp 550 miliar. Jumlah yang tidak sedikit dibandingkan anggaran yang tersedia saat ini antara Rp 150 sampai 170 miliar.

“Alternatifnya kita bisa mencontoh apa yang dilakukan pemerintah pusat dengan skema pinjaman atau hutang, termasuk yang dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk pengecoran jalan provinsi yang memilih kerjasama pinjaman perbankan,” ujarnya

Namun demikian, imbuh Heri, opsi skema hutang tersebut tetap harus diperhitungkan secara matang, karena pengembaliannya ada bunga pinjaman, termasuk melibatkan pembahasannya dengan dewan untuk persetujuannya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.