DPRD Kota Semarang Dukung Penerapan E-Tilang

Tingkatkan Kedisiplinan Pengendara

Penerapan E-Tilang ini mulai diterapkan pada awal bulan Desember ini. DPRD Kota Semarang mendukung langkah penerapan E-Tilang ini, meski masih memiliki kelemahan

SEMARANG – Kemajuan teknologi informasi atau IT memudahkan kita semua dalam melaksanakan setiap aktifitas. Hampir setiap aspek kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kemajuan teknologi informasi ini. Salah satu aspek yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini adalah pelayanan pemerintah.

Tidak hanya pelayanan kependudukan, perijinan dan lain sebagainya, namun juga dalam upaya menegakan aturan hukum yang berlaku. Salah satunya adalah langkah yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Semarang bekerja sama dengan pemkot menerapkan sistem E-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

advertorial pengendara
Ketua DPRD Kota Semarang H. Supriyadi, SSos, MA saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif penerapan sistem E-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). (foto: Humas DPRD Kota Semarang)

Penerapan E-Tilang ini mulai diterapkan pada awal bulan Desember ini. DPRD Kota Semarang mendukung langkah penerapan E-Tilang ini. Meski masih memiliki kelemahan, namun menurut Ketua DPRD Kota Semarang H. Supriyadi, SSos, MA penerapan E-Tilang ini akan membawa manfaat khususnya dalam memutus mata rantai pungutan liar atau pungli.

“Penerapan sistem E-Tilang ini pelanggar tidak lagi bertransaksi langsung dengan petugas yang menilang namun membayar denda melalui bank atau cash less, ini jelas akan memutuskan mata rantai punguran liar atau pungli, karena semua melalui transaksi perbankan, lebih transparan dan akuntabel,” ujar Supriyadi, Selasa (11/12/2018).

Menurut Supriyadi, beberapa aspek yang harus diperhatikan adalah masih adanya sebagian pelanggar atau pengemudi yang tidak menggunakan kendaraan bukan atas namanya. “Ada kendaraan yang belum balik nama ke pemilik yang baru, ada juga kendaraan yang sedang dipinjam oleh teman atau kendaraan sewa,” tandas Supriyadi mencontohkan.

advertorial dprd semarang
Mantan Anggota KPID Jateng Pudjo Rahayu menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait penerapan e-Tilang. (foto: Humas DPRD Semarang)

Dasar E-Tilang adalah ketika para pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar akan terekam oleh CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang terpasang di sejumlah titik. Kemudian kendaraan pelanggar terdeteksi berdasarkan pelat nomor.

Dengan begitu, akan diketahui data pemilik kendaraan dan pemilik kendaraan harus melakukan konfirmasi dan menyelesaikan denda tilang. Sistem itu telah diterapkan sepekan terakhir atau mulai Senin (3/12) lalu di empat titik di pusat Kota Semarang. “Tentunya masih banyak kelemahan, tidak bisa yang diburu hanya pemilik kendaraan saja,” ujar Supriyadi.

Lebih lanjut, Supriyadi melihat data pengemudi atau pelanggar dengan kendaraannya tidak selalu sama. Kelemahannya adalah ketika kendaraan sudah pindah tangan, dibeli orang atau dipinjam orang lain.

“Bisa menjadi persoalan baru yang mana pemilik kendaraan tidak tahu menahu, padahal pengemudinya yang melanggar,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

advertorial DPRD Semarang
Kepala Dishub Kota Semarang  Mukhammad Khadik saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif penerapan sistem E-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). (foto: Humas DPRD Kota Semarang)

Supriyadi mengapresiasi dan mendukung semangat dari pihak terkait penerapan E-Tilang  tersebut. “Semangatnya perlu kita dukung. Hal ini bisa menjadi alat kontrol atau meningkatkan kesadaran masyarakat para pengguna jalan,” tegasnya.

 Juga, semangat untuk merubah sistem agar tidak terjadi permainan antara pelanggar dan petugas karena pembayaran denda melalui bank, tidak berhubungan secara langsung.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mendukung pelaksanaan program E-Tilang tersebut. Terlebih menggunakan teknologi yang ada saat ini. Kepala Dishub Kota Semarang Muhammad Khadik mengatakan, pihaknya bermitra dengan Satlantas Polrestabes Kota Semarang, dalam hal penanganan para pengendara yang melanggar lalu lintas.

e tilang
Ketua DPRD Kota Semarang H. Supriyadi, SSos, MA mendukung penerapan E-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). (Foto: Humas DPRD Kota Semarang)

“Dengan perangkat kamera CCTV yang ada, maka para pengendara yang melanggar akan terpantau, dan tercapture. Bahkan wajah pengendara, pelat nomor, dan kendaraan pelanggar bisa di-zoom,” kata Khadik.

Selanjutnya, ujarnya, data pelanggar diserahkan ke Satlantas Polrestabes untuk diproses. “Jadi tugas kami hanya menyediakan sarana prasarana (sarpras) dan sosialisasi ke masyarakat,” tandasnya.

Sementara Wakil Kepala Satlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiarta menegaskan penerapan E-Tilang dapat meringankan beban pelanggar untuk menyelesaikan denda tilang. Terlebih lagi, sistem ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan pungli antara pengguna jalan dan aparat.

“Karena penyelesaian tilang melalui BRI, denda langsung masuk kas negara, tidak melalui petugas Polri maupun Pemda. Itulah salah satu upaya kami untuk memutus rantai peredaran uang anggota dengan pelanggar yang bersentuhan langsung,” jelas Sumiarta. (Adv)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.