DPRD Banyumas Dorong Bupati Buka Aduan Langsung dengan Warga

Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah saatnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sistem informasi publik

BANYUMAS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas mendorong agar bupati bisa membuka aduan secara langsung untuk masyarakat selain program yang sudah ada yakni Lapak Aduan Banyumas.

Wakil Ketua DPRD Banyumas dan Kepala Diskominfo Kota Pangkalpinang saat berdiskusi dalam studi komparasi pelayanan aduan masyarakat secara online. Foto: metrojateng.com/dok istimewa

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Supangkat mengatakan keterbukaan informasi publik saat ini, sudah sangat terbukti dapat meningkatkan kemajuan suatu daerah. Hal itu didapat usai study komparasi ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, 21-22 November 2018. 

“Selain informasi melalui dunia digital, ternyata di sejumlah daerah membuka aduan masyarakat secara langsung. Seperti di Dinkominfo Kota Pangkalpinang ini. Meskipun sudah memiliki sistem lapor secara digital dengan nama LAPOR-SP4N (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat-Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional), juga mereka membuka aduan langsung setiap hari Jumat,” terangnya saat ditemui metrojateng.com.

“Aduan langsung yang dilakukan Kota Pangkalpinang yakni mengajak masyarakat untuk datang dan bertemu Wali Kota untuk mengadu dan langsung mendapat penanganan,” imbuhnya.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah saatnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sistem informasi publik. “Sebelumnya, memang sudah dilaunching sistem aplikasi aduan bagi masyarakat Banyumas dengan nama Lapak Aduan Banyumas. Namun, saat ini belum terlihat progresnya. Kami mendorong agar Pemkab Banyumas terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan berbagai cara, mungkin salah satunya membuka aduan langsung masyarakat bertemu dengan Bupatinya,” ujarnya.

Supangkat menambahkan, DPRD juga memiliki aplikasi aduan masyarakat bernama Sistem Manajemen Pengaduan Masyarakat (Si Madu). Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat dalam melakukan aduan mengenai persoalan yang ada, dan tidak perlu repot-repot untuk datang ke kantor DPRD. 

Sementara, Kepala Diskominfo Kota Pangkalpinang Donal Tampubolon mengatakan, pihaknya sempat menjalankan aplikasi pengaduan masyarakat bernama Lapor Mang. Namun, pada saat itu terkendala dengan vendor dan anggaran. “Akhirnya kami tidak jadi meluncurkan aplikasi tersebut,” katanya.

Kemudian, dengan melakukan evaluasi akhirnya Kota Pangkalpinang meluncurkan aplikasi yang terintegrasi dengan KemenPan – RB, bernama LAPOR-SP4N. Selain itu, pihaknya juga membuka layanan aduan melalui pesan singkat (SMS) dan program Rumah Aspirasi setiap Jumat.

“Kami buka SMS Aduan dan Rumas Aspirasi dengan membuka rumah dinas Wali Kota setiap Jumat agar masyarakat bisa langsung mengadu ke Wali Kota,” tandasnya. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.