DPR Usul Bangun Monumen Basarnas di Lokasi Jatuhnya Heli

?

SEMARANG – Pasca-kecelakaan maut helikopter Dauphin HR 3602 milik Basarnas di Gunung Butak, Desa Canggal Candiroto Temanggung, rombongan anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan di Semarang. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI dari F-Gerindra, Arif Aziz itu dimaksudkan untuk memantau kondisi para personel Basarnas.
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francia mengatakan, helikopter Dhaupin merupakan armada yang dibeli dari Airbuss Perancis setelah melalui persetujuan anggaran oleh pihaknya.
“Dibeli tahun 2012 kemudian dioperasikan untuk mendukung kegiatan Basarnas pada 2015 silam. Spare part-nya dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia. Sehingga kami memastikan helikopter tersebut belum melewati 500 jam terbang,” ungkap Fary di lantai dua Kantor Basarnas Jateng, Perumahan Permata Puri Ngaliyan, Selasa (4/7).
Ia menyatakan akan mengurus protapnya dalam rangka pemberian penghargaan tetinggi bagi para personel Basarnas yang gugur dalam tugas.
Seperti diketahui terdapat delapan personel yang gugur dalam insiden jatuhnya helikopter di Gunung Butak. Empat di antaranya dari tim Basarnas Jateng yaitu Humas Maulana Afandi, Catur Bambang Sulistyo, Budi Restiyono dan Nyoto Purwanto. Sedangkan empat lainnya dari prajurit TNI AL.
Ia turut berbelasungkawa atas gugurnya personel dalam kejadian itu. Ia menganggap Basarnas sebagai kepanjangan tangan Tuhan lantaran jadi orang pertama yang menyelamatkan korban bencana alam.
“Kami mengapresiasi rangkaian kerja petugas selama ini. Tetapi kami mengucapkan rasa belasungkawa sedalamnya atas kejadian ini,” jelasnya.
Untuk memberikan reward tertinggi kepada para korban, pihaknya tengah mengusulkan untuk dibuatkan dinding monumen peringatan tragedi jatuhnya helikopter Basarnas di tebing Gunung Butak. Usulannya sebagai upaya demi menghormati gugurnya para personel.
“Tidak hanya dimakamkan, namun negara juga harus memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka. Kami akan menyampaikan beberapa rekomendasi saat hearing bersama Kepala Basarnas di Gedung DPR RI,” tuturnya.
Lebih jauh lagi, ia pun mengimbau kepada personel Basarnas agar tidak patah arang serta tetap meningkatkan profesionalitas saat bertugas.
Sementara itu, Deputi Bidang Potensi SAR Basarnas Marsekal Muda TNI Dody Trisunu akan mengevaluasi sembari meningkatkan kinerja personelnya dalam menolong para korban bencana alam.
Ia menyebut kapasitas helikopter Dhaupin masih memadai yakni mampu mengangkut enam penumpang dan bisa bertambah jadi 8-12 penumpang jika dibutuhkan dalam kondisi tertentu.
“Saat kejadian, helikopter bertugas memantau korban kawah Sileri. Mereka sudah briefing di Exit Gringsing. Kemudian berangkatnya dari Lanumad Ahmad Yani menuju Dieng,” katanya.
Ketinggian helikopter saat mengudara terpantau 3.000 fit. Helikopter Basarnas terbang pukul 16.00 WIB dan dilaporkan lost contact pukul 17.00 WIB.
“Kami terima laporan distrage call lalu dikonfirmasikan ke personel di Semarang. Begitu ditemukan lokasinya, semua anggota Pos SAR Jepara dan Yogyakarta. Proses evakuasi bangkai helikopter masih dilakukan hingga hari ini,” terangnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 31 = 41

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.