DPR Minta Panselnas CPNS 2014 Beresi Kekacauan Sistem

Imam Soeroso Foto Metrojateng/dok
Imam Soeroso
Foto Metrojateng/dok

JAKARTA –  Kekacauan mekanisme seleksi CPNS di sejumlah kementerian secara online oleh Panselnas CPNS 2014 dikeluhkan ratusan ribu pendaftar. Sebagian pelamar yang tidak puas dengan tanggapan panitia, mengadukan kasus mereka ke DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI Imam Soeroso mengatakan, dirinya hampir tiap hari menerima aduan melalui telepon maupun pesan singkat dari pelamar CPNS. “Jumlahnya ratusan sampai ribuan aduan yang masuk. Sebagian ada yang datang langsung ke DPR. Mereka kecewa dengan sistem pendaftaran secara online, bahkan sampai ada yang menangis,” kata politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbah Roso, di Gedung Senayan, Selasa (23/9) pagi.

Menurut dia, sebagian besar kasus yang diadukan yakni terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK). Banyak pelamar yang ditolak NIK nya oleh sistem, padahal data yang dimasukkan sudah benar. Selain itu, keluhan lain yang masuk terkait ketentuan yang mensyaratkan pelamar hanya dapat satu kali mendaftar di satu kementerian.

“Saya minta IT yang kacau ini dibenahi dan keluhan pendaftar segera direspons. Jika masalah ini tak segera diatasi, dipastikan terdapat ratusan ribu pelamar akan gagal karena kesalahan panitia,” lanjutnya.

Kekacauan ini, Mbah Roso melanjutkan, membuktikan panitia belum siap dengan sistem pendaftaran CPNS secara online. “Ini masalah serius. Seharusnya panitia merancang sistem yang tidak rumit dan mudah diakses oleh siapa saja,’ tandasnya.

Sementara, salah seorang pendaftar asal Jakarta Agustin menjelaskan, pada 16 September 2014 lalu dia mengakses situs www.panselnas.menpan.go.id untuk mendaftar. Namun, saat login atau masuk dalam sistem rekrutmen selalu gagal karena NIK miliknya yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP) ternyata tidak bisa digunakan.

“Saya sudah memasukkan data sesuai KTP di formulir registrasinya, tapi balasan yang saya terima data pribadi saya dinyatakan tidak sesuai dengan NIK,” kata Agustin yang melamar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi dosen.

Kasus hampir serupa dialami Rina Hidayati asal Sragen, Jawa Tengah. Saat mencoba mendaftar untuk menjadi PNS di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ternyata NIK miliknya sudah terdaftar sebagai pelamar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kalau dinyatakan sudah mendaftar, anehnya kenapa saya tidak bisa mengakses data saya sendiri,” ucapnya. Dia curiga datanya dikacaukan oleh seseorang atau sudah digunakan oleh orang lain untuk mendaftar.

Sejak dibuka secara online 24 Agustus lalu, seleksi CPNS di sejumlah kementerian mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Sedikitnya, 1,6 juta pendaftar telah mengajukan surat lamaran yang dikirimkan melalui i-mel. Namun, sayangnya transparansi yang diterapkan Kemenpan dalam seleksi CPNS 2014 ini tidak didukung oleh kesiapan sistem IT yang digunakan. Sedikitnya 160 ribu pelamar mengadukan kesulitan saat mendaftar.  (*)

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

8 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.