DP3K Kendal Temukan Cacing Hati dan Kista pada Hewan Kurban

image

KENDAL – Petugas dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Kendal menemukan cacing hati dan kista pada hewan korban. Penemuan tersebut terdapat di tiga lokasi yakni di Desa Srirejo Kaliwungu, Desa Plantara, Kaliwungu Selatan dan Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong.

Dengan ditemukannya cacing hati di hati hewan kurban tersebut, Kepala DP3K Kendal Sri Purwati meminta supaya hati itu dimusnahkan dan tidak boleh dikonsumsi karena mengandung bakteri. Adqpun daging hewan yang terkena kista sebagian masih bisa dikonsumsi, namun di bagian yang ada kistanya harus dimusnahkan atau dikubur.

“Hati hewan yang ada cacingnya sangat membahayakan bila dikonsumsi, sebaiknya dimusnahkan, namun yang terkena  kista seperti di Brangsong masih bisa di konsumsi sebagian yang tidak ada kistanya,” kata Sri, Kamis (24/9/2015) pagi.

Sri menjelaskan, pihaknya telah menempatkan petugas kesehatan hewan di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal. Petugas itu berkeliling ke beberapa masjid dan perkampungan yang melakukan penyembelihan hewan kurban sehingga apabila ditemukan cacing hati atau penyakit hewan lainnya, maka bisa diantisipasi.

Sukamto, mantri hewan wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan dan Brangsong, tiga kecamatan yang menyembelih hewan kurban sapi dua di antaranya terkena cacing hati sedangkan satu desa di Kecamatan Brangsong terkena kista hati yang belum begitu parah.

“Yang terkena cacing hati maupun kista langsung saya minta untuk disendirikan selanjutnya untuk dimusnahkan, atau dikubur,” ujar Kamto.

Sebelumnya, petugas DP3K juga telah melakukan pemeriksaan pada hewan kurban yang dijual para pengepul dan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH yang dikeluarkan Dinas Kesehatan. Pada pemeriksaan hewan kurban di tempat-tempat penjualan tersebut, pihaknya hanya menemukan penyakit mata pada hewan kurban. Hal itu sudah biasa karena musim kemarau. Penyakit mata itu cepat sembuh setelah diobati dengan obat mata.

“Saya berharap agar masyarakat bisa melaporkan apabila menyembelih hewan kurban dan ditemukan beberapa ciri di hati maupun empedu, kami akan mengirim petugas agar bisa memeriksa dagingnya sehat betul apa tidak,” ujar Purwati. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.