Double Track Solo-Kedungbanteng Siap Beroperasi

Pengoperasian double track Solo-Kedungbanteng meningkatkan kapasitas lintas lebih banyak, dan waktu tempuh juga lebih pendek.

SOLO – Proyek jalur rel kereta api (KA) ganda atau double track Solo-Kedungbanteng Sragen sepanjang 42 kilometer siap beroperasi, Selasa (5/3/2019). Rel ganda Solo-Kedungbanteng akan semakin meningkatkan perjalanan KA sekaligus mempercepat waktu tempuh.

Kereta api melintasi rel ganda di Stasiun Kemiri Karanganyar. Foto: metrojateng.com

Direktur Prasarana Perkerataapian DJKA, Zamrides mengatakan, pengerjaan proyek double track ini dilakukan secara multiyears dengan total investasi yang dikeluarkan mencapai Rp 1,2 triliun. Double track Solo-Kedungbanteng melewati enam stasiun, yakni Stasiun Masaran, Stasiun Sragen, Stasiun Kebon Kromo, dan Stasiun Kedungbanteng.

Zamrides menambahkan terdapat beberapa jalur yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, yakni jalur double track untuk Palur-Jebres. Rencananya jalur tersebut akan selesai pada April 2019.

Sementara itu Kepala Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto mengatakan pengoperasian double track ini meningkatkan kapasitas lintas lebih banyak, dan waktu tempuh juga lebih pendek.

Eko mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel Solo-Kedungbanteng untuk lebih berhati-hati terutama saat melintasi perlintasan sebidang. Mengingat adanya jalur rel ganda ini akan meningkatkan intensitas perjalanan kereta api.

“Perlintasan sebidang di jalur Solo-Kedungbanteng ini ada yang resmi dan ada yang tidak resmi yang dibuat masyarakat. Hati-hati karena ini double track, dan keretanya bisa berjalan berbarengan di dua titik,” ujarnya.

Pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa dibagi menjadi beberapa segmen, yaitu Cirebon-Kroya, Kroya-Kutoarjo, Kutoarjo-Solo, Solo-Kedungbanteng, Kedungbanteng-Madiun, Madiun-Jombang dan Jombang-Surabaya.

Pembangunan jalur ganda lintas selatan sepanjang 27,168 KM, yakni dari KM 349+954 di Purwokerto hingga KM 377+122 di Kroya. Proyek ini sudah dilaksanakan secara parsial dan bertahap mulai Desember 2015.

Adapun detail pengerjaan proyek terdiri dari pembangunan tubuh jalur KA (Roadbed), drainase dan Box Culvert yang mulai dikerjakan sejak Desember 2015. Sedangkan pembangunan jembatan, terowongan, jalur KA, serta sistem persinyalan telah dilaksanakan secara bertahap mulai 2016. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.