Dorong Penjualan Rumah Propertty Expo Kembali digelar

10 Pengembang Ramaikan Pasar

Prospektif – penjualan rumah di pameran Property Expo 13-29 November 2020 tetap menjanjikan.(tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Pandemi Covid-19, tidak membuatt pengembang hanya diam ditengah kelesun pasar. Sebaliknya dalam upaya meningkatkan penjualan pameran Property Expo ke-6 kembali digelar di mall Paragon 13-29 November 2020 yang diikuti oleh 10 pengembang.

Ketua panitia pameran Dibya K Hidayat mengatakan penjualan property mengalami penurunan 30 persen bahkan laporan Bank Indonesia pada Quarter 3 tahun  2020, penyerapan perumahan secara year on year telah mencapai 60%. Hal ini membuat khawatir para pengembang , karena kondisi ini akan mempengaruhi pendapatan pajak negara.

” melihat kondisi , kami dari DPD REI Semarang , meminta perbankan untuk memberikan kelonggaran dalam pengucuran KPR, karena hampir 90 persen pembelian rumah dilakukan melalui KPR,” jelasnya.

Menurut Dibya demand permintaan rumah ada, namun pengucuran KPR  oleh perbankan dimasa pandemi ini sngat sukit dan prosedurnya sangat ketat.Untuk itu REI meminta perbankan untuk segera merealisasi permohonan KPR.

Pemerintah diharapkan juga ikut mendorong perbankan untuk merealisasikan KPR, agar kondisi perekonomian tidak semakin terpuruk.

Para pengembang ditengah Pandemi juga mulai menyesuaikan diri untuk membangun rumah sesuai dengan permintaan konsumen. Dicontohkan di Plomongan Indah kini dibangun rumah dengan harga mulsi rp 285 jutaan.

“Trend perumahan pada akhir tahun biasanya sangat bagus. Namun realusasi KPR kini sangat sulit, karena perbankan dalam mengucurkan kredit bersikap sangat hati- hati dan lebih selekti.Bank saat ini hanya melihat konsumennya, untuk itu kami mohon agar dilakukan evaluasi, paling tidak bank juga harus melihat kemampuan bayar konsumen rumah,” tambah Dibya.

Sementara itu Sekretaris DPD REI Jateng, Andi Kurniawan mengatakan, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, permintaan perumahan sebenarnya masih cukup tinggi. Hanya saja realisasinya masih sangat kecil karena sulitnya mendapatkan KPR dari perbankan yang sangat ketat.

“Perbankan nampaknya masih mencari jalan aman, dengan hanya memberikan KPR kepada mereka yang memiliki fix income.Padahal tidak sedikit mereka yang tidak memiliki fix income, memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran cicilan, namun bank masih belum mau memberikan KPR kepada calon pembeli yang menerima bantuan akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan perumahan, REI meminta perbankan mengembalikan mekanisme pemberian KPR seperti dulu lagi dan minta analisisis KPR diperlonggar agar masyarakat yang membutuhkan rumah bisa mendapatkan rumahyang diinginkan.(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.