Dor! Dua Pelajar SMP di Tegal Terkena Peluru Nyasar

Dugaan sementara, kedua korban yang merupakan warga Jalan Arjuna dan Jalan Teuku Umar terkena peluru nyasar senapan angin kaliber 4,5 milimeter.

TEGAL – Dua orang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tegal terkena peluru nyasar saat sedang bermain di Pos Ronda, Selasa (7/5/2019) dini hari. Kedua korban kini harus dirawat di RSUD Kardinah guna menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di kakinya.

Kedua korban peluru nyasar mendapat perawatan di Ruang Lavender RSUD Kardinah untuk kemudian menjalani operasi pengambilan proyektil. Foto : metrojateng.com/ adithya

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kejadian bermula saat kedua korban berinisial MSI (14) dan ASH (15) bersama teman-temannya di Pos Ronda Jalan Arjuna, Kelurahan Slerok, Selasa (7/5) dini hari. Tiba-tiba, salah satu korban ASH merasa sakit pada bagian betis kiri disusul keluar darah segar.

Selang beberapa menit kemudian, korban MSI mengalami hal serupa, di mana betis kaki kanannya mengeluarkan darah segar dan rasa nyeri. Beberapa teman korban mengaku sempat mendengar suara senapan hingga akhirnya mereka kabur karena takut menjadi korban.

Oleh teman-temannya, kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tegal Timur, kemudian oleh Puskesmas dirujuk ke RSUD Kardinah Kota Tegal. Hingga kini, kedua korban masih mendapat perawatan intensif.

“Kita kumpul di Pos Ronda menunggu waktu sahur, karena biasa kalau puasa rutinitas membangunkan warga. Tetapi malah seperti ini, tidak tahu dari mana asalnya,” ujar ASH saat ditemui metrojateng.com di Ruang Lavender, RSUD Kardinah, Selasa (7/5) malam.

Dugaan sementara, kedua korban yang merupakan warga Jalan Arjuna dan Jalan Teuku Umar terkena peluru nyasar senapan angin kaliber 4,5 milimeter. Kasus ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Tegal Kota. Polisi belum bersedia memberikan keterangan, karena baru akan melakukan gelar kasus secara internal. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.