Dongeng Sebelum Tidur Cegah Speech Delayed

Oleh: Iik Nurul Ulfah

Dongeng berfungsi sebagai instrumen bagi anak untuk mengepresikan diri mereka dengan menceritakan kembali apa yang mereka dengar kepada orang-orang sekitar

ilustrasi. sumber: 123rf.com

“Kenapa si kecil belum dapat berbicara lantang seperti teman-temannya?”
“Sudah 1 tahun tapi si kecil belum dapat mengucap ejaan apapun. Duh, bagaimana ya?”

PERNAHKAH menemui masalah seperti pernyataan diatas? Beberapa contoh masalah diatas merupakan salah satu tanda dari speech delayed. Ini adalah suatu kondisi di mana seharusnya bicara anak berkembang dalam pola sekuensial normal, tetapi terjadi perkembangan yang lebih lambat.

Di Poliklinik Tumbuh Kembang RS Kariyadi Semarang pada tahun 2007 ditemukan 2,98% anak mengalami gangguan perkembangan bicara dan bahasa. Angka yang lumayan besar.

Speech delayed sendiri bisa diakibatkan karena kurangnya rangsangan dari orangtua untuk anak. Hal itu jika tidak diikuti dengan gangguan genetik, seperti gangguan pendengaran, gangguan organ bicara, autisme ataupun retardasi mental.

Speech delayed merupakan masalah yang sering ditemui. Namun beberapa orangtua kurang mengetahui apakah anaknya memang mengalami speech delay atau tidak. Cara mendeteksi apakah anak mengalami speech delayed adalah dengan membawa anak ke Posyandu, Puskesmas, ataupun rumah sakit.

Di tempat-tempat tersebut akan dilakukan pemindaian dengan alat yang bernama KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) oleh bidan, perawat ataupun dokter. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui apakah perkembangan anak telah sesuai usia atau tidak.

Lalu bagaimana tips mencegah agar anak tidak mengalami speech delayed?

Salah satunya bisa dilakukan dengan mendongeng sebelum tidur. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pada tahun 2013 menyatakan bahwa mendongeng menjadi salah satu media untuk mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak. Dongeng sangat bermanfaat terutama dalam aspek sosial emosional, dan pengoptimalan karakter anak.

Dongeng berfungsi sebagai media yang menarik dan atraktif yang bisa dilakukan untuk memperbanyak perbendaharaan kosa kata anak. Dongeng juga berfungsi sebagai instrumen bagi anak untuk mengepresikan diri mereka dengan menceritakan kembali apa yang mereka dengar dan alami kepada orang-orang di sekitar mereka. Dengan begitu bisa melatih kemampuan bahasa dan bicara mereka.

Waktu yang sangat efektif untuk mendongeng adalah sebelum tidur yang dilakukan dalam waktu ± 10 menit per hari. Sementara, materi dongeng yang dianjurkan adalah dongeng yang mengandung nilai moral dalam kehidupan. Seperti dongeng mengenai keagamaan dan budi pekerti sehari-hari, agar anak dapat mengimplementasikan untuk kehidupan sehari-hari.

Apabila anak sering mendapatkan stimulus dan komunikasi intens seperti dongeng sebelum tidur hal tersebut dapat membantu dalam perbendaharaan kosa kata sehingga anak akan memilki perbendaharaan kosa kata yang cukup dan akan terhindar dari speech delay, jika tidak diikuti dengan adanya faktor genetik. (*)

Referensi:
– Sense, K., & Development, C. (2017). Speech Delay / Disorder. Speech Delay /DISORDER. Retrieved from https://childdevelopment.com.au/areas-ofconcern/diagnoses/speech-delaydisorder/?print=pdf
– Zuhriah Hidajati. (2009). FAKTOR RISIKO DISFASIA PERKEMBANGAN PADA ANAK : MARS SMF KESEHATAN ANAK RSUP Dr .KARIADI. :Semarang
– IDAI. (2013). IDAI – Keterlambatan Bicara. Retrieved from http://www.idai.or.id

 

Tentang Penulis. Iik Nurul Ulfah adalah mahasiswa S1 Kebidanan, Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Ia dapat dihubungi melalui email: iiknurull@gmail.com atau lewat akun Instagram @iiknurul

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.