Dokter Ini Adalah Anak Seorang Penggali Kubur

Mukhamad Sunardi di hadapan adik-adik kelasnya di SMA 1 Pegandon. (foto: metrojateng.com/Edy Prayitno)

KENDAL – Semangat dan tekun belajar adalah modal utama mencapai cita-cita. Dengan semangat dan tekun belajar, siapun bisa meraih cita-cita. Seperti halnya Mukhamad Sunardi. Meski berasal dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai penggali kubur, namun mampu meraih gelar dokter di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Pengalaman Mukhamad Sunardi meraih dokter ditularkan kepada siswa SMA Negeri 1 Pegandon, tempat Sunardi menempuh sekolah menengah dulu. Kisah Sunardi diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi adik-adik kelasnya, untuk tetap memiliki semangat dan memiliki cita-cita dan menggapai sukses meskipun para siswa yang bersangkutan berasal dari keluarga kurang mampu.

“Mukhamad Sunardi berasal dari keluarga kurang mampu, dan kini dia menyandang gelar dokter yang ia peroleh melalui program bidik misi,” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Pegandon, Eustasia Christine Martati .

Saat memberikan motivasi yang bertempat di aula SMA setempat, Sunardi didampingi kedua orang tuanya. Dia mengajak para siswa untuk selalu merasa optimis dan memiliki semangat berjuang yang tinggi, untuk meraih keberhasilan.

“Bekali diri kita dengan semangat dan usaha. Bekali diri kita dengan kegiatan dan berpikir positif. Hindari perilaku negatif seperti narkoba dan kenakalan remaja. Juga berbakti kepada kedua orang tua. Karena doa orang tua sangat berperan untuk menggapai sukses,” pesan Sunardi.

Penggiat pendidikan, Muryono mengatakan sosok Sunardi bisa menjadi inspirasi. Dia memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Demikian pula, dia termasuk anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya serta taat beribadat.

“Dan yang paling penting untuk diketahui bahwa sukses itu merupakan akumulasi dari prestasi, daya juang dan doa kedua orang tua”, tuturnya.

Muhkamad Sunardi adalah anak ke tujuh dari pasangan Moh Zazuli dan Masrofah, lahir pada 22 April 1991. Ayahnya berprofesi sebagai penggali kubur di desanya dan ibunya adalah pedagang makanan gorengan di pasar pegandon. Alamat rumahnya di desa Tegorejo Kecamatan Pegandon. Ia lulus SMAN I Pegandon pada tahun 2009 dan gelar dokternya ia peroleh setelah dia berhasil menamatkan pendidikannya di UGM Yogyakarta, fakultas kedokteran program profesi dokter.

Sunardi bekerja di rumah sakit Bhayangkara POLDA D.I. Yogyakarta sebagai dokter IGD. Dia juga bekerja sebagai asisten bidang publikasi ilmiah di bagian Bedah RSUP DR. Sardjito. Selain itu, pada tiap periode ujian kelulusan dokter (UKMPPD) , ia juga menjadi asisten pengajar untuk bimbingan persiapan menghadapi ujian kelulusan dokter bagi mahasiswa tahap profesi dokter yang telah menyelesaikan tahap profesi. (MJ-01)

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

72 − = 71

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.